PGN | Foto: Istimewa

Tahun 2020 PGN alami kerugian hingga USD264,773 juta

13 April 2021

Moneter.id –  PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 264,773 juta di tahun 2020. Catatan ini memburuk dibanding akhir tahun 2019 yang mencatatkan laba bersih sebesar US$ 67,584  juta.

Akibatnya, rugi per saham dasar tertulis US$ 0,011 dibandingkan akhir tahun 2019 yang membukukan laba per saham senilai US$ 0,003.

“Sementara pendapatan bersih tahun 2020 tercatat sebesar US$ 2,885 miliar atau turun 25,02% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 3,848 miliar,” tulis perseroan diketerangan resminya, Senin (12/4).

Namun, tulisnya beban pokok pendapatan tertera sebesar US$ 2,031 miliar atau turun 22,51% dibanding tahun 2019 sebesar US$ 2,621 miliar. Sehingga laba kotor terbilang US$ 854,41 juta atau turun 30,39% dibanding tahun 2019 sebesar US$ 1,227 miliar.

Perseroan menjelaskan, terkoreksinya kinerja keuangan karena mencatatkan penurunan nilai properti minyak dan gas senilai US$ 76,684 juta. Padahal pos tersebut tahun 2019 mencatatkan pemulihan nilai sebesar US$ 62,735 juta.

Lebih tertekan karena adanya pembengkakan provisi sengketa pajak sebesar 118,8% menjadi US$ 278,37 juta dibandingkan tahun 2019 sebesar US$ 127,72 juta.

Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar US$ 2,955 miliar atau turun 9,52% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 3,243 miliar. Adapun total kewajiban terbilang sebesar US$ 4,578 miliar atau tumbuh 10,6% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 4,139 miliar.

Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar US$ 7,532 miliar atau tumbuh 2,1% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat sebesar US$ 7,373 miliar.

Selanjutnya arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar US$ 416,87 juta atau turun 49,08% dibanding akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar US$ 817,89 juta.

Pada tahun 2021, PGN berkomitmen menjalankan tugas untuk membangun jargas dengan dana APBN sebanyak 120.776 sambungan rumah (SR) di 21 kota dan kabupaten. Adapun untuk jargas mandiri, PGN akan membangun sebanyak 369.224 SR secara bertahap.

Sementara itu, karena terdapat tambahan pelanggan existing dan pelanggan baru, volume niaga gas di tahun 2021 diproyeksikan meningkat.

Tambahan pelanggan tersebut, yakni Pupuk Indonesia, kebutuhan gas di sektor pembangkit, kebutuhan gas untuk kilang Pertamina, LNG Retail, dan pertumbuhan pemanfaatan gas pada pelanggan existing maupun pelanggan di wilayah ekonomi baru.


TERKINI