Foto: Istimewa

SMF kantongi laba bersih Rp470 miliar di akhir tahun 2020

13 April 2021

Moneter.id –  PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membukukan laba bersih atau audited sebesar Rp 470 miliar atau lebih rendah 0,63% secara tahunan (year on year/yoy) di akhir tahun 2020.

Meski demikian, realisasi laba bersih lebih tinggi dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 sebesar Rp 318 miliar.

Kata Direktur SMF Trisnadi Yulrisman, hampir seluruh indikator keuangan perseroan bisa melampaui target yang ditargetkan pada RKAP tahun 2020.

"Laba bersih perseroan mencapai Rp 470 miliar di 2020, ini di atas RKAP 2020 sebesar Rp 318 miliar. Laba ini dihasilkan dari pendapatan sebesar Rp 2,34 triliun, lebih tinggi dari RKAP Rp 2,17 triliun. Lalu dikurangi beban, pajak, dan CKPN seperti di PSAK 71 yaitu sebesar Rp 1,87 triliun, ini diatas RKAP sebesar Rp 1,78 triliun," paparnya, Senin (5/4).

Selain itu, total aset tumbuh 21,98% (yoy) menjadi Rp 32,56 triliun, atau lebih tinggi dari RKAP 2020 sebesar Rp 31,38 triliun. Begitupun liabilitas dan dana syirkah temporer naik 21,49% (yoy) menjadi Rp 21,07 triliun atau lebih tinggi dari RKAP 2020 sebesar Rp 20,09 triliun.

Sedangkan ekuitas meningkat 22,26% (yoy) menjadi Rp 11,42 triliun, atau lebih tinggi dari RKAP 2020 sebesar Rp 11,28 triliun. Pada saat yang sama, secara total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2005 mencapai Rp 69,15 triliun.

Kinerja tersebut ditopang akumulasi 14 kegiatan sekuritisasi sebesar Rp 12,78 triliun, penyaluran pinjaman sebesar Rp 56,21 triliun, serta akumulasi pembelian KPR sebesar Rp 156 miliar.

Sementara, Direktur SMF Heliantopo bilang, kegiatan usaha SMF seperti sekuritisasi sepanjang 2020 tercatat sebesar Rp 631 miliar, lebih rendah dari pencapaian tahun sebelumnya Rp 2 triliun.

Sedangkan penyaluran pinjaman tercatat sebesar Rp 6,42 triliun atau lebih rendah 48,28% (yoy), tapi sedikit lebih baik dari target RKAP sebesar Rp 6,08 triliun. Pembiayaan dilakukan atas kerja sama dengan Bank Umum, Bank Syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan perusahaan pembiayaan.

Diketahui, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar Rp 7,27 triliun serta fasilitas dari perbankan senilai Rp 1,2 triliun. Total pendanaan mencapai Rp 8,47 triliun itu mencakup 98% dari RKAP 2020.

Pada saat yang sama, posisi outstanding surat utang SMF mencapai Rp 18,16 Triliun dan outstanding pendanaan jangka panjang dari bank sebesar Rp 1,5 triliun.

“Dari seluruh dana yang telah dialirkan, SMF telah membiayai kurang lebih 1,08 juta debitur KPR (termasuk KPR Program FLPP) yang terbagi atas 84,20% wilayah barat, 15,12% wilayah tengah, dan sisanya sebesar 0,68% wilayah timur Indonesia,” kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo.

Di tahun 2021, SMF menerima dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 2,5 triliun yang seluruh dananya akan disalurkan bagi KPR program FLPP. Nan itu akan dikombinasikan dengan surat utang terbaru perseroan untuk memenuhi kebutuhan dana sebesar Rp 6,37 triliun.


TERKINI