Webinar dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan tema “Perempuan Tangguh Yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia”, Rabu (21/4), di Jakarta.

BSI perkuat peran perempuan dalam pengembangan ekonomi syariah

21 April 2021

Moneter.id – Peran perempuan dalam pengembangan sektor ekonomi dan keuangan syariah saat ini sudah sangat signifikan. Hal ini terlihat dari banyaknya pekerja wanita yang terdapat di PT Bank Syariah Indonesia Tbk.  

“Saat ini, dari total 20 ribu pekerja BSI di seluruh Indonesia, 40 persen di antaranya merupakan perempuan. Jumlah ini tidak bisa dibilang sedikit. Yang menarik adalah porsi perempuan di jajaran senior manajemen sekitar hampir 20 persen.” ungkap Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam Webinar dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan tema “Perempuan Tangguh Yang Menginspirasi bagi Pembangunan Ekonomi Syariah Indonesia”, Rabu (21/4), di Jakarta.

Berdasarkan data Riset Danareksa, per Agustus 2020  tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sudah mencapai 53,13 persen. Angka ini mendekati rasio partisipasi angkatan kerja laki-laki sebesar 82,41 persen.

Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2018 dan tahun 2019 lalu, angkanya masing-masing baru mencapai 51,89 persen dan 51,88 persen.

Hery menambahkan bahwa porsi perempuan pada jajaran direksi dan majemen level pimpinan  di BSI  sekarang sudah mencapai sekitar 20 persen.  “Jabatan itu bukan karena kuota atau belas kasihan, tetapi memang karena kemampuan leadership dan kompetensi keuangan syariahnya mumpuni,” ucapnya.  

Hal ini membuktikan bahwa peran wanita semakin diperhitungkan baik dari sisi bisnis maupun di dalam keuangan, maupun perbankan syariah, khususnya di Bank Syariah Indonesia.

Hery berharap ke depannya literasi perempuan terhadap produk dan layanan keuangan syariah bisa semakin meningkat. Selain itu, perempuan-perempuan yang sudah terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah diharap bisa menginspirasi wanita lain agar tak lagi sungkan untuk memegang peran penting memajukan bangsa dan perekonomian negara.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa saat ini perempuan Indonesia sudah menduduki posisi penting dan strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Destry menyebut, saat ini perkembangan ekonomi syariah secara global terus meningkat. Berdasarkan laporan Refinitiv dan ICD, aset keuangan syariah global diproyeksi naik dari US$2,8 triliun pada 2019 menjadi US$3,69 triliun pada 2024 mendatang. Pertumbuhan aset keuangan syariah global ini dipastikan juga terjadi di Indonesia.

Pertumbuhan yang pesat ini disebutnya juga dilakukan melalui pemberdayaan perempuan. Berbagai program pengembangan usaha syariah dilakukan dengan melibatkan perempuan pelaku usaha syariah maupun para santri putri di pesantren. Hal ini dilakukan agar ke depannya semakin tercipta kesetaraan gender di Indonesia.

“Kesetaraan gender khususnya perempuan memiliki potensi untuk mendorong Pertumbuhan Ekonomi. Berdasarkan studi dari McKinsey (2018), Indonesia dapat meningkatkan tambahan PDB sebesar US$135 miliar diatas angka normal PDB pada tahun 2025, apabila ada percepatan kesetaraan gender. Hal ini semakin mempertegas bahwa pemberdayaan perempuan akan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Destry.

 


TERKINI