PT Multi Bintang Indonesia | Foto: Istimewa

Kinerja turun pada 2020, PT Multi Bintang Indonesia akan sebar dividen Rp475 per saham

22 April 2021

Moneter.id – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp475 per saham untuk tahun buku 2020.

Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, René Sánchez Valle mengatakan, penurunan kinerja pada 2020 disebabkan oleh dampak pembatasan sosial akibat pandemi.

“Sektor hospitality adalah salah satu yang merasakan dampak paling berat akibat pembatasan sosial dan hingga saat ini pun Indonesia masih menutup pintu bagi para wisatawan asing. Ini juga telah menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan di Bali, yang merupakan salah satu area utama kami,”ujarnya, Rabu (21/4).

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per Maret 2021, berjumlah sebanyak 2,10 miliar saham. Sebanyak 1,72 miliar atau 81,78% digenggam oleh Heineken International BV.

Sisanya 383,84 juta saham atau 18,22% dipegang oleh masyarakat. Dengan demikian, produsen Bir Bintang ini akan membayarkan total dividen senilai Rp1 triliun lebih walaupun pendapatan dan laba perseroan tergerus pada 2020.

Di tahun 2020, MLBI membukukan pendapatan senilai Rp1,98 triliun atau anjlok 46,51% dari tahun sebelumnya Rp3,71 triliun. Penurunan pendapatan pun berimbas pada laba bersih perseroan.

Laba MLBI tergerus 76,30% menjadi Rp285,66 miliar pada 2020 dari posisi tahun sebelumnya Rp1,20 triliun. Dilihat dari kelompok produk yang ditawarkan perusahaan yang terafiliasi dengan Heineken ini, penjualan produk beralkohol turun 49,84% menjadi Rp1,64 triliun.

Pada 2019, penjualan produk beralkohol dari MLBI mencapai Rp3,27 triliun. Sementara penjualan produk non alkohol turun lebih minimal sebesar 21,82% secara tahunan menjadi Rp344,63 miliar dari sebelumnya Rp440,87 miliar.

Pada tahun 2021, perseroan begitu optimis kinerja akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu karena perseroan sudah beradaptasi dan melakukan evaluasi berbagai prioritas dalam menghadapi kondisi pandemi.

“Kami optimis pergerakan ini akan terus berlanjut pada tahun berikutnya. Kami yakin berbagai inisiatif yang telah kami lakukan pada 2020 akan terus mendorong pemulihan pada 2021,”kata René.


TERKINI