Foto: Istimewa

Imbas pelanggan naik 7 persen, Indosat Ooredoo kantongi pendapatan Rp7,50 triliun

29 April 2021

Moneter.id – Indosat Ooredoo melaporkan pendapatan sebesar 1,9 miliar Riyal Qatar atau setara dengan sekitar Rp7,50 triliun (1 Riyal Qatar=Rp3.948,8 kurs 31 Maret) pada kuartal I/2021. Pendapatan ini meningkat 13 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan Ooredoo Group yang berbasis di Doha, Qatar, Kamis (29/4) menyebut, pertumbuhan pendapatan Indosat Ooredoo didorong tingginya pendapatan layanan seluler yang menandai kembali bangkitnya bisnis perusahaan.

Disisi pendapatan sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA), perseroan mencatat peningkatan menjadi 956 juta Riyal Qatar atau sekitar Rp3,77 trilun, naik 36 persen dibandingkan kuartal I 2020 yang didorong kombinasi dari pertumbuhan top line dan efisiensi biaya.

Sementara dari jumlah pelanggan Indosat Ooredoo telah mencapai 60 juta pelanggan, tumbuh 7 persen dibanding kuartal I/2020 yang didukung strategi menawarkan produk yang sederhana, relevan, dan transparan serta investasi jaringan. Alhasil, operator telekomunikasi tersebut menjadi operator seluler peringkat kedua terbesar di Indonesia setelah Telkomsel, atau di atas jumlah pelanggan operator seluler XL Axiata.

Indosat menyebutkan sepanjang kuartal I/2021, lalu lintas layanan data tumbuh pesat sebesar 46 persen secara tahunan (YoY) dengan average rate per unit (ARPU) yang terus tumbuh 11 persen.

Kenaikan ARPU tersebut, juga melebihi operator seluler lainnya di Indonesia yang rata-rata naik 8 persen.

Sebelumnya, pada akhir Maret 2021 Indosat Ooredoo menandatangani perjanjian jual dan sewa kembali dengan PT EPID Menara Asset Co (“Edge Point Indonesia”) untuk lebih dari 4.200 menara telekomunikasi.

Transaksi bernilai 750 juta dolar AS ini merupakan bagian dari strategi Ooredoo Group untuk beralih ke model aset yang lebih ramping, lebih efisien, dan fleksibel untuk membuka kembali nilai portofolio infrastrukturnya.


TERKINI