Gedung PGN | Foto: Istimewa

Laba bersih PGN naik 28,9 persen di kuartal I/2021

04 Mei 2021

Moneter.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan laba bersih sebesar US$ 61,57 juta di kuartal I/2021 atau naik 28,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar US$ 47,774 juta.

“Pendapatan perseroan tercatat US$ 733,15 juta atau turun 16,03% dibandingkan kuartal I/2020 yang tercatat senilai US$ 873,809 juta. Tapi beban pokok pendapatan turun 9,3% menjadi US$531,66 juta,” tulis perseroan diketerangan resminya, Senin (3/5).

Tulisnya, hal ini mengakibatkan laba kotor turun 29,96% menjadi US$ 201,49 juta. Menariknya, pada kuartal I/2021 perseroan membukukan laba dari ventura bersama senilai US$ 30,35 juta atau melonjak 130,7% dibandingkan kuartal I/2020 yang tercatat senilai US$13,19 juta.

Ditambah dengan keuntungan selisih nilai tukar senilai US$8,92 juta yang berbanding terbalik dengan kuartal I/2020 yang merugi selisih nilai tukar senilai US$ 63,211 juta.

Adapun pada sisi ekuitas terbilang US$ 3,022 miliar atau tumbuh 2,26% dibandingkan akhir tahun 2020 yang tercatat senilai US$ 2,955 miliar. Sedangkan kewajiban perseroan susut 1,6% menjadi US$ 4,502 miliar.

Hasilnya, aset terkumpulkan tercatat senilai US$ 7,524 miliar atau turun 0,1% dibandingkan akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar US$ 7,533 miliar. Kemudian kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat senilai US$ 167,26 juta, atau turun 7,7% dibandingkan kuartal I 2020 yang tercatat sebesar US$ 181,68 juta.

Diketahui, realisasi penjualan gas pada bulan Februari 2021 sebesar 844 BBTUD atau lebih tinggi 10% di atas target. “Peningkatan penjualan yang diatas target ini dipicu oleh penyerapan gas di sektor komesial dan listrik yang cukup tinggi,” kata Direktur Komersial PGN, Faris Aziz.

Menurunya, penyerapan gas PLN Group jauh lebih tinggi dari target. Awalnya proyeksi penyerapan sejak bulan November 2020 masih turun, namun hingga saat ini, dengan berbagai upaya optimal dan demand yang meningkat berdampak naiknya penyerapan gas.


TERKINI