Budidaya ikan | Foto: Istimewa

Kolaborasi Crowdo NeoBank - eFishery tingkatkan usaha budidaya ikan

08 Mei 2021

Moneter.id – Platform solusi keuangan digital, Crowdo dan eFishery berkolaborasi untuk layanan digital Neobank kepada pembudidaya ikan di 23 provinsi di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan yang pertama di ASEAN antara Neobank dan platform Aquaculture Intelligence.

Komunitas pembudidaya ikan dan udang eFishery akan menikmati rangkaian lengkap teknologi dan layanan Neobank Crowdo seperti mesin penilaian kredit yang didukung kecerdasan buatan, proses underwriting yang sepenuhnya digital, akses ke pendanaan, dan platform digitalisasi rantai pasokan.

“Kemitraan antara Crowdo’s Neobank dan eFishery menunjukkan bagaimana dampak teknologi keuangan tidak hanya terbatas pada bisnis online tetapi juga dapat berdampak positif pada industri konvensional. Pembudidaya ikan dan eFishery dapat fokus pada peningkatan teknologi budidaya mereka sementara solusi Crowdo akan dimanfaatkan untuk mempercepat bisnis mereka sejak Hari ke-1,” ujar Daniel Silalahi, Chief Commercial Officer Crowdo Indonesia di Jakarta, Jumat (7/5).

Dalam kolaborasi ini, Crowdo akan memperkuat program “Kabayan (Kasih, Bayar Nanti)” sebagai komponen utama dari layanan eFisheryFund. Kabayan merupakan program pembelian keperluan budidaya dengan sistem tenor yang dapat dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan untuk memperoleh produk eFishery seperti eFisheryFeeder dan pakan ikan.

Dengan menjadi salah satu mitra keuangan eFishery, Crowdo dapat memberikan fasilitas pinjaman langsung kepada pembudidaya melalui fitur Kabayan tersebut.

Sementara, menurut CEO & Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah, pembudidaya ikan sangat sulit untuk mendapatkan pembiayaan karena pola bisnisnya dianggap memberikan resiko yang tidak pasti (uncertain risk). Padahal dengan pendekatan yang tepat, bisnis budidaya ikan bisa sangat menguntungkan.

“Kerjasama dengan Crowdo ini diharapkan mampu memberikan dukungan bagi para pembudidaya untuk meningkatkan usaha budidayanya dan pada akhirnya industri perikanan bisa lebih produktif melalui inklusi finansial yang sesungguhnya," ucap Gibran.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perikanan dan Budidaya, pandemi COVID-19 telah berdampak negatif pada margin pembudidaya ikan dan udang sebesar 20 hingga 30% karena penurunan harga eceran dan kenaikan biaya.

Situasi ini berdampak negatif pada situasi pembudidaya ikan yang membutuhkan lebih banyak modal untuk membeli pakan ikan sementara konsumsi pasar semakin menurun. Pemerintah melalui program percepatan peningkatan produksi perikanan budidaya dan keterkaitan perikanan berupaya merevitalisasi industri ini.

eFishery, dengan kecerdasan akuakulturnya, dan Crowdo, dengan digitalisasi rantai pasokan serta solusi perbankan dan pembiayaannya, memiliki peran unik untuk dimainkan dalam mendukung tujuan pemerintah ini.

Crowdo’s Neobank adalah platform pertama yang mengintegrasikan solusi digitalisasi operasional dengan produk pembiayaan dan perbankan yang ditargetkan sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM) di pasar negara berkembang.

Dengan menggunakan platform digitalisasi Crowdo, UKM dapat dengan mudah melakukan transaksi rantai pasokan secara online sambil menerima rekomendasi khusus untuk produk pembiayaan dan perbankan dengan mulus. Dalam hal ini para pembudidaya ikan di Indonesia dapat tetap fokus mengembangkan usahanya tanpa perlu khawatir akan modal kerja untuk membiayai usahanya. 


TERKINI