Foto: Istimewa

Hasil RUPST Telkom: Bagi-bagi dividen hingga rombak jajaran Komisaris dan Direksi

29 Mei 2021

Moneter.id – RUPST PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp16,64 triliun dengan peningkatan sebesar 9 persen dibandingkan tahun lalu, atau 80 persen dari perolehan laba bersih tahun buku 2020 atau dividend payout ratio.

"Sisanya sebesar 20 persen atau Rp4,16 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan," ujar Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah di Jakarta, Jumat (28/5).

“Ini berarti dividen yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp168,01 per lembar saham. Dengan harga saham pada penutupan Kamis (27/5) sebesar Rp3.380 maka dividend yield TLKM adalah sebesar 4,97 persen,” kata Ririek lagi.

Untuk pembayaran dividen tahun buku 2020 tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 2 Juli 2021. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 10 Juni 2021 sampai dengan pukul 16.15 WIB.

Diketahui, sepanjang 2020 Telkom membukukan laba bersih sebesar Rp20,8 triliun, atau tumbuh double digit 11,5 persen dibandingkan tahun 2019, dengan total Pendapatan sebesar Rp136,46 triliun atau tumbuh sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun 2019.

EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp72,08 triliun atau tumbuh 11,2 persen.  Sementara hingga akhir 2020 jumlah pelanggan IndiHome mencapai 8,02 juta pelanggan atau tumbuh 14,5 persen jika dibanding akhir 2019.

Imbasnya, layanan triple play IndiHome mencatat kenaikan pendapatan sebesar 21,2 persen menjadi Rp22,2 triliun dibanding tahun lalu dan memperkuat posisi IndiHome sebagai internetnya Indonesia dengan pangsa pasar terbesar.

Tambah Ririek, perseroan tetap berkomitmen untuk berinvestasi di mana total belanja modal pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp29,4 triliun atau 21,6 persen dari total pendapatan.

“Belanja modal tersebut akan digunakan untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur lainnya dalam rangka meningkatkan kapabilitas digital, meliputi jaringan 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut, menara telekomunikasi serta data center,” tungkasnya.

Telkom mencatat nilai besaran Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara mandiri sekitar 41,6 persen dari belanja CAPEX dan 92 persen dari belanja OPEX pada tahun 2020.

Selain itu, rapat yang digelar pada Jumat (28/5) juga memutuskan merombak jajaran Komisaris seperti mengangkat mantan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sebagai Komisaris Utama/ Komisaris Independen, Bono Daru Adji dan Abdi Negara Nurdin sebagai Komisaris Independen serta Arya Mahendra Sinulingga selaku komisaris.

Di jajaran Dewan Direksi, RUPST menunjuk Bogi Witjaksono sebagai Direktur Wholesale & International Service.

 

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2020 :

KOMISARIS

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Komisaris Independen: Wawan Iriawan

Komisaris Independen: Bono Daru Adji

Komisaris Independen: Abdi Negara Nurdin

Komisaris: Marcelino Pandin

Komisaris: Ismail

Komisaris: Rizal Mallarangeng

Komisaris: Isa Rachmatarwata

Komisaris: Arya Mahendra Sinulingga

 

DIREKSI

Direktur Utama: Ririek Adriansyah

Direktur Strategic Portfolio: Budi Setyawan Wijaya

Direktur Enterprise & Business Service: Edi Witjara

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Heri Supriadi

Direktur Network & IT Solution: Herlan Wijanarko

Direktur Wholesale & International Service: Bogi Witjaksono

Direktur Digital Business: Muhamad Fajrin Rasyid

Direktur Human Capital Management: Afriwandi

Direktur Consumer Service: FM Venusiana R.


TERKINI