Foto: Istimewa

Aset BP Jamsostek tumbuh 12,48 persen sepanjang 2020

01 Juni 2021

Moneter.idBPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatatkan total aset sepanjang tahun 2020 mencapai Rp 499,58 triliun. Aset itu meningkat 12,48% dari tahun 2019 senilai Rp 444,14 triliun.

Rinciannya, jumlah aset dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 41,06 triliun, Jaminan Kematian (JK) Rp 14,84 triliun. Aset dari program Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 346,92 triliun, dan Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp 80,95 triliun, serta aset dari BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 15,80 triliun.

Kata Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo, aset program jaminan sosial menunjukkan pertumbuhan positif di tengah pandemi.

“Meski ada peningkatan klaim JHT hingga 22%, sebagai dampak dari pandemi Covid-19, dan adanya kebijakan relaksasi iuran dengan potongan hingga 99% selama 6 bulan. Tingkat kesehatan keuangan DJS maupun Badan BPJamsostek selama tahun 2020 juga dalam kondisi yang aman dan sehat,” ucapnya, Senin (31/5/21).

Menurut Anggoro, pertumbuhan DJS ini antara lain ditopang kinerja investasi tahun 2020. Capaian dana investasi aset DJS ini tumbuh hingga 13,16% (yoy), dengan hasil investasi tumbuh sebesar 11,42% (yoy).

"Aset DJS yang dikelola BP Jamsostek meningkat 13% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 483,78 triliun. Jika ditambah dengan Aset Badan dari BPJamsostek sebesar Rp 15,8 triliun, maka sampai dengan penghujung tahun 2020 secara total BPJamsostek mengelola aset sebesar Rp 499,58 triliun," jelasnya.

Sampai dengan akhir tahun 2020, tercatat sebanyak 50,7 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek dengan 30 juta tenaga kerja peserta aktif dan 684 ribu pemberi kerja aktif dengan kontribusi iuran yang terkumpul sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 73,26 triliun, menurun 0,23% (yoy). Semua pembayaran klaim sepanjang tahun 2020 bahkan cukup dibayarkan hanya dengan iuran yang masuk.

"Semua program DJS yang dikelola BPJamsostek dalam kondisi likuditas baik, terlihat dari pembayaran klaim dapat diselesaikan hanya dengan iuran tahun berjalan," kata dia.

Selain itu, dana investasi yang dikelola BPJamsostek sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 487 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 63% dialokasikan untuk obligasi, 15% di pasar saham, 13% deposito, 8% reksadana dan 1% untuk investasi langsung. Dari dana investasi tersebut, diperoleh hasil investasi yang direalisasikan mencapai Rp 32,33 triliun.

Sepanjang tahun 2020 BPJamsostek telah membayarkan klaim atau pembayaran jaminan sebesar Rp 36,45 triliun kepada 2,9 juta peserta sepanjang 2020. Besaran pembayaran klaim tersebut meningkat sebesar 22,64%

Rinciannya, klaim yang diberikan untuk program JKK sebesar Rp 1,56 triliun, JK Rp 1,35 triliun. Kemudian, beban jaminan untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai Rp 33,10 triliun, serta klaim untuk program Jaminan Pensiun (JP) senilai Rp 439,87 miliar.

Pembayaran klaim tersebut menunjukkan likuiditas yang terjaga, meskipun pendapatan iuran mengalami penurunan 0,23% (yoy) menjadi Rp 73,26 triliun. Penurunan tersebut terjadi akibat adanya relaksasi iuran pada tahun lalu, sebagai bentuk insentif kepada peserta.

Program JKP BPJamsostek saat ini lebih fokus pada inisiatif strategis tahun 2021 dan seterusnya seperti implementasi program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sesuai mandat dari Undang-undang Cipta Kerja dan melakukan optimalisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 untuk meningkatkan coverage kepesertaan.

Manfaat JKP akan diperoleh jika peserta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Syarat yang harus dipenuhi peserta untuk memperoleh manfaat antara lain peserta aktif membayar iuran 12 kali dalam 24 bulan terakhir, dengan pembayaran 6 bulan diantaranya secara berturut-turut.

Kemudian, pekerja yang di-PHK harus mendapat surat keterangan dari Kementerian Ketenagakerjaan bahwa masih aktif untuk kembali bekerja. Lalu, peserta juga harus bersedia mengikuti program pelatihan vokasi yang menjadi bagian dari manfaat JKP.


TERKINI