Medco Energi

Tahun 2020, Medco Energi alami kerugian hingga USD189 juta

03 Juni 2021

Moneter.id – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kerugian di tahun 2020 sebesar US$ 189 juta atau sekitar Rp2,69 triliun akibat permintaan energi yang masih rendah.

Imbasnya, EBITDA perseroan hanya sebesar US$ 502 juta atau 20% lebih rendah ketimbang pencapaian tahun 2019 lalu. Perseroan mengalami kerugian sebesar US$ 189 juta dan termasuk satu kali penurunan nontunai sebesar US$ 93 juta pada kuartal IV/2020.

”Harga komoditas telah membaik pada 2021, namun pandemi belum usai sepenuhnya dan volume gas di beberapa pasar utama perseroan masih rendah. Kami akan tetap disiplin dan menjaga fleksibilitas untuk memanfaatkan pemulihan yang diharapkan," kata CEO Medco Energi Internasional, Roberto Lorato dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (2/6/21).

Kata Robert, rendahnya permintaan energi akibat pandemi telah berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan.

“Perseroan akan segera melakukan adaptasi untuk melindungi kesehatan dan  keselamatan pekerja, mendukung masyarakat di sekitar operasi dan menjaga likuiditas perusahaan,” ucapnya.

Meski mengalami kerugian, perseroan membukukan laba bersih sebesar US$ 9 juta untuk periode kuartal IV tahun 2020, sebelum penurunan nilai dan seiring pulihnya harga minyak.

Sepanjang 2020, utang Medco tercatat mencapai US$ 27 miliar atau turun 15% dibandingkan tahun 2019. Utang grup sebanyak US$ 2,3 miliar turun enam persen, utang bersih US$ 20 miliar turun empat persen, dan utang bersih terhadap EBITDA mencapai 4,2 kali.

Diketahui, pada 2020 harga minyak hanya US$ 40,3 per barel atau turun 36% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 62,5 per barel.

Sedangkan harga gas tercatat US$ 5,2  per million british thermal units (MMBTU), angka itu lebih rendah 23% ketimbang tahun 2019 yang mencapai US$ 6,7 per MMBTU.


TERKINI