Foto: Istimewa

Bakal gelar rights issue, BULL berpotensi kantongi dana segar Rp580 miliar

04 Juni 2021

Moneter.id – Emiten pelayaran, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berencana menggelar rights issue dengan potensi nilai mencapai Rp 580 miliar. Perseroan berencana menerbitkan saham B baru sebanyak-banyaknya 1,45 miliar saham yang berasal dari saham portepel dengan nilai nominal saham Rp100 per saham.

“Dengan asumsi harga pelaksanaan adalah Rp400 per saham, maka perseroan berpotensi menggalang dana segar mencapai Rp580 miliar dalam aksi tersebut,” tulis perseroan dalam keterangan resminya, Kamis (3/6/21).

Manajemen menjelaskan bahwa dana segar yang diperoleh dari emisi itu akan digunakan sekitar 60% untuk modal kerja kegiatan operasional perseroan dan 40% untuk ekspansi usaha.

Namun, rincian mengenai penggunaan dana akan disesuaikan kembali dengan kondisi pada saat saham baru diterbitkan dengan mempertimbangkan pengelolaan modal yang optimal untuk kepentingan perseroan.

Selain itu, perseroan juga berkeyakinan rencana rights issue ini dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan, memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan perseroan.

Dengan asumsi harga pelaksanaan itu, BULL memperkirakan rasio lancar naik hingga 132,55% setelah rights issue sehingga perseroan memiliki likuiditas yang lebih baik untuk membiayai kewajiban jangka pendeknya.

Selain itu, rasio liabilitas terhadap ekuitas diperkirakan turun menjadi 103,07%, sehingga menyeimbangkan struktur permodalan perseroan antara ekuitas dan kewajiban.

Di sisi lain, bersamaan dengan rights issue itu BULL juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 4,35 miliar waran seri V. Untuk melancarkan rencana rights issue itu, BULL bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa yang diadakan pada 7 Juni 2021.

Tahun 2021, perseroan menargetkan kenaikan laba hingga 50% dan bahkan optimis ada potensi kenaikan laba bisa melebihi 50%. Ini sejalan dengan peningkatan konsumsi minyak mentah di level tertinggi menjadi 100 juta barel per hari atau naik 9,4 juta bpd pada akhir 2021 dibanding rata-rata konsumsi pada 2020 yang hanya 89,6 juta bpd.


TERKINI