SoftBank Ventures Asia (SBVA)

SoftBank Ventures Asia suntik dana US$D27 juta bagi startup software kecerdasaan AI asal Korsel

24 Juni 2021

Moneter.id – SoftBank Ventures Asia (SBVA) mengumumkan keikutsertaannya dalam putaran penggalangan dana Seri A untuk startup software kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berbasis di Korea Selatan, VoyagerX. Dana segar ini akan digunakan untuk pengembangan produk dan rekrutmen SDM global yang ahli di bidang AI.

“Selain SoftBank Ventures Asia, ada Alto Ventures dan Yellowdog yang turut serta dalam putaran pendanaan seri A tersebut. Masing-masing perusahaan menginvestasikan dana sebesar US$ 9 juta sehingga total dana terkumpul mencapai US$ 27 juta,” tulis SoftBank Ventures Asia diketerangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (23/6).

Tulisnya lagi, VoyagerX menargetkan akan mempekerjakan 100 orang SDM global yang menguasai AI pada tahun 2022.

Partisipasi SBVA pada pendanaan VoyagerX merupakan strategi berkelanjutan perusahaan yang fokus pada startup yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi dari prospek menjanjikan pasar ekonomi digital Asia.

Belum lama ini, SoftBank Ventures Asia juga mengumumkan investasi ke Youibot, startup robot asal China; Super, startup social commerce di Indonesia, dan Standard Energy, pengembang baterai ion vanadium dari Korea Selatan.

Di pasar Indonesia, SBVA terus berkomitmen investasi pada sejumlah startup teknologi. Sejak pertama kali berinvestasi di Tokopedia pada tahun 2013, belakangan SBVA terus melakukan pendanaan terhadap Ajaib, Alodokter, CoHive, Funding Societies (Modalku), MamiKos, Super, Waresix dan Yummy Corp.

Menurut SBVA, potensi pertumbuhan ekonomi digital telah mempercepat adopsi teknologi global dan pengembangan AI secara besar-besaran. Pengeluaran biaya terhadap penggunaan AI secara global diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dari US$50,1 miliar pada tahun 2020 menjadi lebih dari US$110 miliar pada tahun 2024.

Di Asia-Pasifik, penggunaan teknologi AI semakin terintegrasi di berbagai sektor, seperti keuangan, kesehatan, dan ritel yang berdampak untuk meningkatkan efesiensi operasional dan produktifitas.

Oleh karena itu, pemerintah di negara-negara Asia-Pasifik melakukan investasi besar-besaran untuk pengembangan ekosistem AI dan mendorong pengembangan proyek riset AI.

Untuk diketahui, didirikan pada tahun 2017 oleh Sedong Nam, tim VoyagerX membuat solusi dan peralatan yang berbasis AI dengan memanfaatkan deep learning capabilities – cabang dari pembelajaran mesin yang meniru otak manusia saat membuat pola dan memproses data untuk pengambilan keputusan.

Proyek unggulan dari VoyagersX antara lain adalah vFlat, aplikasi pemindai seluler dengan menggunakan teknologi AI yang memiliki kemampuan untuk menganalisa permukaan lengkung sebuah dokumen atau buku. Aplikasi vFlat ini juga bisa memindai dokumen dengan permukaan datar.

Kemudian Vrew, aplikasi video yang menggunakan teknologi AI, yang memungkinkan pengguna bisa mengedit video dengan lebih cepat dan mudah, seperti seolah-olah Anda sedang mengedit dokumen di aplikasi Microsoft Word; dan Ownglyph, yakni platform berbentuk tulisan dengan teknologi AI yang bisa mengubah tulisan tangan individual menjadi bentuk tulisan yang disesuikan dengan masing-masing individual. 


TERKINI