Bank Neo Commerce

Bank Neo Commerce catat rugi sebelum pajak Rp132 miliar di semester I-2021

03 September 2021

Moneter – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp132 miliar di semester I-2021. Penurunan laba bersih disebabkan transformasi perseroan menjadi bank digital. 

”Perseroan terus mengalokasikan belanja modal untuk investasi di sisi teknologi, pengembangan sumber daya, dan juga pengembangan aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk biaya promosi,” kata Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan, Kamis (2/9).

Katanya, salah satu yang menyebabkan pencatatan rugi pada paruh pertama 2021 ini adalah beban operasional BNC yang meningkat sangat signifikan, yaitu dari Rp76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp268 miliar per Juni 2021.

“Salah satu faktor yang menjadi penggerak utama peningkatan biaya operasional adalah sejak satu tahun terakhir, setelah resmi mengumumkan transformasi menjadi bank digital, BNC aktif melakukan investasi khususnya di bidang teknologi dan keamanan digital yang merupakan sesuatu yang sangat penting yang harus BNC bangun secara serius,” bebernya.

Kata Tjandra lagi, penurunan laba bersih di semester I-2021 ini juga karena investasi di keamanan digital. “Sejalan dengan new digital user growth (pertumbuhan pelanggan bank digital), tentunya akan ada pos-pos biaya yang meningkat secara linear dengan pertumbuhan digital user kami tersebut,” ujarnya.


TERKINI