Tower Bersama Infrastructure

Tower Bersama Infrastructure terbitkan surat utang atau notes USD 900 juta

03 Oktober 2021

Moneter – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui PT Tower Bersama Infrastructure, Tbk (TBIG) menerbitkan surat utang atau notes dalam mata uang asing dengan jumlah pokok keseluruhan sebanyak-banyaknya US$ 900 juta yang akan dilaksanakan dalam 1 atau beberapa kali penerbitan dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal diperolehnya persetujuan RUPSLB.

Aksi korporasi tersebut melalui penawaran kepada investor di luar wilayah Negara Republik Indonesia yang merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

TBIG menetapkan jatuh tempo pembayaran pokok 10 tahun sejak masing-masing notes diterbitkan. Adapun kupon yang ditawarkan oleh emiten menara itu mencapai 6% per tahun dengan pembayaran setiap enam bulan atau periode yang disetujui oleh para pihak.

Rencananya dana hasil penerbitan untuk beberapa hal. Misalnya melunasi fasilitas pinjaman revolving seri B sebesar US$100 juta. Perseroan bersama entitas memiliki saldo sebesar Rp1,37 triliun dengan marjin bunga di atas 1,85% yang jatuh pada Juni 2022. TBIG berencana melunasi karena marjin diatas LIBOR untuk kreditur dalam negeri dan 1,75% per tahun untuk kreditur luar negeri.

Selain itu juga fasilitas pinjaman revolving sebesar US$200 juta untuk tambahan modal kerja.

Pada semester I/2021 (per juni 2021), perseroan dan entitas memiliki saldo Rp1,61 triliun dengan marjin bunga 2 persen. Adapun fasilitas pinjaman jatuh tempo pada Juni 2022.

Selain melunasi utang, TBIG juga berencana menadanai ekspansi usaha termasuk belanja modal di masa depan. Misalnya perencanaan jaringan, akuisisi lahan dan perijinan, desain infrastruktur dan program perluasan jaringan.

Selain itu, pada semester I/2021, TBIG mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15,28% dari posisi Rp2,57 triliun pada tahun sebelumnya.

Seluruh penghasilan merupakan penghasilan sewa dari menara telekomunikasi dan properti investasi.

Telkomsel tercatat menjadi penyewa terbesar dengan kontribusi Rp1,08 triliun. Jumlah itu setara dengan 36,53% dari total pendapatan perseroan. Adapun tempat berikutnya diisi oleh PT Indosat Tbk. (ISAT) senilai Rp641,45 miliar.

Kemudian PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mencapai Rp479,19 miliar. Masing-masing berkontribusi sebesar 21,59% dan 16,13% dari total pendapatan.


TERKINI