Medco Energi Internasional

PT Medco Energi Internasional terima deviden dari 2 anak usaha senilai Rp71,53 miliar

14 Oktober 2021

Moneter PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) belum lama ini mendapatkan dividen dari dua anak usahanya senilai total Rp 71,53 miliar. Kedua anak usaha tersebut, PT Medco Power Internasional sebanyak Rp 36,48 miliar dan PT Medco Power Indonesia sebanyak Rp 35,05 miliar.

“Dividen dari anak perusahaan ini diberikan pada tanggal 8 Oktober 2021 lalu. Pemberian dividen tidak berdampak pada material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha,” kata Sekretaris Perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk, Siendy K Wisandana, Rabu (13/10).

Sebelumnya, Medco Energi Internasional memperoleh restu dari pemegang saham untuk melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan siap melepas sebanyak 12,5 miliar saham atau setara 33,2% dari modal disetor setelah aksi korporasi tersebut.

Persetujuan itu diperoleh dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar perseroan pada Kamis (26/8) lalu. Sesuai rencana, perseroan akan menggunakan dana rights issue untuk belanja modal perseroan dan anak usaha, termasuk akuisisi perusahaan lain, serta pelunasan utang perseroan.

Adapun pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi maksimum sebesar 33%. Selain itu, perseroan juga mendapatkan persetujuan penerbitan obligasi global untuk mendukung pertumbuhan perseroan.

Dikabarkan, Medco Energi berencana menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$ 800 juta pada tahun ini.

Pada kuartal I-2021, Medco Energi Internasional meraup laba sebesar US$ 5,1 juta atau setara Rp73,7 miliar. Laba bersih itu didapat dari operasi minyak dan gas serta dukungan anak perusahaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara yang menghasilkan pendapatan positif.

Pencapaian EBITDA sebanyak US$ 159 juta hampir dua kali lipat dari kuartal IV-2020 dampak harga komoditas yang mulai pulih.

Sementara, utang bersih terhadap EBITDA sebesar tiga kali meningkat signifikan mengikuti naiknya harga komoditas dan deleveraging baru-baru ini.

Sementara itu, utang restricted group sebesar US$ 2,3 miliar turun 14% dan utang bersih US$ 1,8 miliar turun 7% dari kuartal I-2020. Adapun utang konsolidasi mencapai US$ 2,7 miliar turun 19% dari kuartal I-2020.


TERKINI