All New Ertiga

Januari-Oktober 2021, wholesales dan retail sales Suzuki meningkat

15 Nopember 2021

Moneter – Periode Januari-Oktober 2021, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatat peningkatan penjualan wholesales sebesar 46,9% dan retail sales sebesar 24,7% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020. Peningkatan penjualan ini didominasi oleh produk lokal yang berkontribusi sebanyak 93% untuk wholesales maupun retail sales.

Menurut data yang dikeluarkan GAIKINDO, penjualan mobil secara nasional meningkat hingga 66,9% untuk wholesales dan 49,4% untuk retail sales.

“Kinerja penjualan mobil Suzuki periode Januari-Oktober 2021 menunjukkan angka yang positif. Peningkatan penjualan ini didominasi oleh produk lokal seperti New Carry Pick Up yang berkontribusi sebesar 57% secara wholesales dan 59% secara retail sales. Kemudian disusul oleh XL7 dan All New Ertiga yang termasuk ke dalam kontributor terbesar yang juga didukung oleh adanya kebijakan PPnBM yang diberikan oleh pemerintah,” kata Sukma Dewi, Assist. To 4W Sales Dept. Head PT SIS, Senin (15/11).

New Carry Pick Up sebagai Rajanya Pick Up menjadi kontributor utama penjualan nasional Suzuki tahun ini. Sepanjang Januari sampai Oktober, New Carry Pick Up terjual sebanyak 41.696 unit untuk wholesales dan 41.372 untuk retail sales.

Kemudian, XL7 dan All New Ertiga. Masih di periode Januari-Oktober 2021, XL7 berkontribusi hingga lebih dari 15% terhadap penjualan nasional Suzuki. Sedangkan peningkatannya sebesar 58,5% untuk wholesales dan 67,9% untuk retail sales jika dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2020.

All New Ertiga juga turut berkontribusi lebih dari 12% dengan peningkatan sebesar 62,6% untuk wholesales. Salah satu hal yang mempengaruhi peningkatan ini adalah program relaksasi PPnBM dari pemerintah yang terbukti dapat mendongkrak kinerja industri otomotif.

Program relaksasi PPnBM ini hanya berlaku untuk XL7 dan All New Ertiga karena kedua model kendaraan tersebut memiliki kubikasi 1.500 cc ke bawah dan memiliki local content minimal 70% sesuai dengan peraturan dari pemerintah.

 


TERKINI