Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam acara CEO Networking 2021 | Foto: Istimewa

Realisasi pendapatan negara naik 18,2 persen periode Januari-Oktober 2021

16 Nopember 2021

Moneter – Periode Januari-Oktober 2021, realisasi pendapatan negara melonjak hingga 18,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) dari Rp1.277 triliun menjadi Rp1.510 triliun. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam acara CEO Networking 2021 di Jakarta, Selasa (16/11).

"Hal tersebut menggambarkan bahwa keuangan negara mulai pulih seiring dengan perbaikan ekonomi domestik,” ucap Menkeu.

“Realisasi pendapatan negara tersebut telah mencapai 86,6 persen dari target Rp1.743,6 triliun, yang meliputi penerimaan perpajakan Rp.1.159,4 triliun atau tumbuh 17 persen (yoy) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp349,2 triliun atau meningkat 25,2 persen (yoy),” papar Sri Mulyani.

Dengan demikian, realisasi penerimaan perpajakan tersebut sudah mencapai 80,3 persen dari target APBN sebesar Rp1.444,5 triliun, sedangkan PNBP telah melewati target Rp298,2 triliun atau 117,1 persen.

Sementara itu, penerimaan perpajakan terdiri dari penerimaan pajak Rp953,6 triliun atau tumbuh 15,3 persen (yoy) serta penerimaan kepabeanan dan cukai Rp205,8 triliun atau tumbuh 25,5 persen.

"Penerimaan pajak berhasil tumbuh dari kontraksi 18,8 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya dan penerimaan bea cukai berhasil tumbuh tinggi setelah sebelumnya hanya 5,5 persen." ungkap Sri Mulyani.

Dengan realisasi tersebut, penerimaan pajak telah mencapai 77,6 persen dari target APBN yakni Rp1.229,6 triliun, sementara penerimaan cukai mencapai 95,7 persen dari target Rp215 triliun.


TERKINI