Foto: Istimewa

Tanpa jaminan, Bukalapak raih pinjaman Rp2 triliun dari Bank DBS

16 Nopember 2021

Moneter – Perusahaan e-commerce  PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) meraih pinjaman Rp 2 triliun dari PT Bank DBS Indonesia. Pinjaman tersbut akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan.

Perseroan meraih fasilitas pinjaman yang diteken pada 12 November 2021 itu dalam bentuk uncommitted revolving short term loan senilai Rp 2 triliun dan berjangka waktu satu tahun hingga jatuh tempo pada 12 November 2022.

Penandatanganan perjanjian fasilitas perbankan ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 17, di mana nilai pokok fasilitas melebihi 50% dari ekuitas perseroan

“Fasilitas pinjaman akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu tiga bulan,” kata Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Perdana A Saputro dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (16/11).

Perdana menjelaskan, perjanjian fasilitas itu dibuat tanpa pemberian jaminan atau agunan secara khusus dan tanpa mengurangi hak kreditur untuk meminta diadakannya jaminan jika dipandang perlu.

“Fasilitas pinjaman tersebut memiliki bunga 4,5% per tahun atau tingkat suku bunga lainnya yang disetujui para pihak sebelum penarikan dengan jangka waktu maksimal tiga bulan dan wajib dibayarkan pada akhir bulan bersangkutan,” paparnya.

“Perolehan perjanjian fasilitas perbankan ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan selain dari penggunaan ekuitas yang diperoleh melalui penawaran umum perdana (IPO) saham,” ujar dia.

Kata Perdana lagi, fasilitas pinjaman yang diperoleh Bukalapak dari Bank DBS Indonesia juga menunjukkan bahwa perseroan mendapatkan kepercayaan dari sektor perbankan dalam upaya memperkuat posisi keuangan.

“Fasilitas perbankan ini sebagai bridging facility untuk aktivitas pengembangan usaha perseroan,” tungkasnya.

“Penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut menyebabkan jumlah kewajiban Bukalapak meningkat. Namun, penandatanganan perjanjian pinjaman ini tidak berdampak material secara negatif kepada kemampuan keuangan perseroan,” tutup Perdana.


TERKINI