Ilustrasi | Foto: Istimewa

Meresahkan, ini cara cek pinjol ilegal atau legal?

19 Nopember 2021

Moneter – Belakangan ini fintech peer to peer lending atau pinjaman online (pinjol) ilegal makin meresahkan masyarakat. Para korban biasanya sulit keluar dari pinjol karena bunga dan denda yang sangat besar. Selain pinjol, ada beberapa jenis fintech di Indonesia, seperti crowdfunding, microfinancing, digital payment, manajemen risiko dan investasi, serta market aggregator.

Siapapun dapat terjebak fintech ilegal, baik itu dalam kegiatan investasi maupun pinjam meminjam uang. Kenali ciri-ciri fintech ilegal agar kamu terhindar dari penipuan dan kerugian. Agar terhindar dari fintech ilegal, sebaiknya melakukan pengecekan legalitas sebuah perusahaan atau aplikasi fintech sebelum menggunakan layanannya.

Beberapa ciri fintech ilegal, antara lain tidak ada legalitas, bunga dan biaya denda sangat besar dan tidak transparan, penawaran lewat SMS, lokasi kantor tidak jelas, syarat pengajuan sangat mudah tanpa KTP; NWPW; bahkan slip gaji, minta akses semua data di ponsel, dan lainnya.

Kemudian kalian juga harus dapat membedakan antara fintech terdaftar dan berizin yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fintech terdaftar dan berizin keduanya dapat menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan terdaftar dapat menjalankan kegiatan operasional hingga 1 tahun setelah mendapat tanda terdaftar dan selanjutnya wajib mengajukan permohonan perizinan.

Apabila tidak mengajukan permohonan perizinan, maka perusahaan terdaftar harus mengembalikan tanda terdaftarnya kepada OJK. Sementara perusahaan fintech berizin tidak memiliki masa kadaluwarsa atas tanda berizin yang dimilikinya.

Sementara itu, untuk menekan kekhawatiran masyarakat terhadap fintech ilegal, termasuk pinjol abal-abal, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) merilis situs www.cekfintech.id.

Situs ini merupakan hasil kolaborasi antara AFTECH dengan pemerintah dan regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Situs cekfintech.id diluncurkan dalam rangka membangun ekosistem layanan keuangan digital yang sehat dan bertanggung jawab, serta mendukung peningkatan edukasi maupun literasi keuangan digital di masyarakat.

Situs cekfintech.id merupakan wujud nyata dari komitmen industri fintech terhadap pemberantasan pinjol ilegal. Fungsi situs cekfintech.id, yaitu membantu masyarakat untuk mengecek legal atau tidaknya suatu perusahaan atau fintech, termasuk fintech lending atau pinjaman online.

Kemudian, melakukan pengecekan rekening, apakah nomor rekening yang digunakan oleh fintech atau pinjaman online terlibat dalam tindak kejahatan, seperti terorisme, investasi bodong, penipuan online, maupun pencucian uang.

Lalu, cek rekening di situs ini juga dapat digunakan untuk mengecek nomor rekening tak dikenal sebelum transfer uang atau transaksi keuangan online. Mungkin saja pemilik nomor rekening tersebut terindikasi melakukan tindak pidana.

Sementara perusahaan penyelenggara fintech yang tercatat sebagai anggota AFTECH sebanyak 335 perusahaan fintech, 8 lembaga keuangan, dan 7 mitra teknologi.

Di situs resmi AFTECH, kamu bisa melihat daftar penyelenggara fintech yang tergabung sebagai anggota asosiasi ini. Kamu akan mendapati informasi lebih lengkap suatu perusahaan atau aplikasi fintech. Informasi tersebut mencakup :

- Status perizinan, apakah statusnya tercatat/terdaftar/berizin dari BI/OJK/Kominfo atau justru tidak ada izin sama sekali

- Nomor dan tanggal surat penetapan izin

- Jenis usaha, apakah P2P Lending, sistem pembayaran, agregator, pengelolaan investasi, dan sebagainya

- Alamat, email, dan nomor telepon perusahaan

- Akun media sosial perusahaan

- Profil perusahaan

- Ukuran perusahaan yang mencantumkan jumlah karyawan

- Status investasi

- Profil produk atau layanan perusahaan.

Penyelenggara fintech yang melakukan kegiatan usaha sistem pembayaran maupun berada di bawah kewenangan otoritas lain harus terdaftar di BI. Sementara fintech lending atau pinjaman online juga harus terdaftar dan berizin OJK.

Perusahaan fintech lending atau pinjaman online harus mendapatkan tanda terdaftar sebelum menjalankan kegiatan operasionalnya. Maksimal 1 tahun setelah mendapatkan tanda terdaftar, perusahaan wajib mengajukan permohonan perizinan ke OJK.

Cara cek fintech ilegal maupun pinjaman online ilegal di situs cekfintech.id, sebagai berikut :

- Ketik cekfintech.id di menu browser

- Kamu akan masuk ke halaman web

- Cari kolom cek fintech

- Masukkan nama fintech yang ingin kamu ketahui legalitasnya

- Klik Cek Sekarang

- Kemudian akan muncul keterangan apakah perusahaan atau aplikasi fintech tersebut sudah terdaftar/berizin dari regulator lengkap dengan nomor dan tanggal perizinan.

Selain cekfintech.id, kamu dapat melakukan pengecekan fintech ilegal atau legal melalui cara lain. Yakni di website OJK, whatsapp OJK di nomor 081157157157 atau telepon ke (021) 157, serta email ke waspadainvestasi.ojk.go.id.


TERKINI