Bank Neo Commerce (BNC)

Cari tambahan modal, Bank Neo Commerce targetkan raup Rp2,5 triliun dari right issue

23 Nopember 2021

Moneter – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menggelar right issue melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) V dengan target dana Rp 2,5 triliun telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Aksi korporasi ini guna memenuhi modal inti bank digital yang ditetapkan OJK minimal Rp2 triliun pada akhir tahun 2021 dan Rp3 triliun di akhir tahun 2022, serta mempercepat transformasi bank digital dan pengembangan aplikasi.

”Raihan modal hasil aksi korporasi ini tentu saja sangat penting bagi perkembangan fitur, layanan, dan produk BNC. Ke depannya, BNC akan terus berinovasi untuk memberikan pengalaman unik perbankan digital yang berbeda bagi para nasabah. BNC akan terus fokus pada inovasi dan terobosan, berfokus pada interaksi antar nasabah,” kata Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan di Jakarta, Senin (22/11).

Pada aksi korporasi kali ini, perseroan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 1.927.162.193 lembar saham baru yang akan dicatatkan ke BEI atau sebesar 25,71%dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat ini.

Dengan nilai nominal Rp100,- setiap saham dan harga pelaksanaan Rp1.300,- per saham, maka seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp2.505.310.850.900.

Dalam pelaksanaan PMHMETD V, tipa pemegang saham yang memiliki 35 lembar saham dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 30 November 2021 pukul 16.00 WIB mempunyai 9 HMETD, di mana tiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru. HMETD ini diperdagangkan mulai tanggal 2 Desember hingga 8 Desember 2021.

Penambahan modal dari aksi korporasi itu diprioritaskan pada investasi teknologi informasi, pengembangan dan rekrutmen karyawan, promosi dan edukasi bank digital, pengembangan aplikasi neobank milik BNC melalui pengembangan berbagai fitur dan layanan perbankan yang inovatif, juga untuk memperkuat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).


TERKINI