EBT | Foto: Istimewa

ESDM optimis target EBT capai 23 persen di tahun 2025

30 Nopember 2021

Moneter – Kementerian ESDM optimistis target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 akan tercapai. “Target tersebut akan bisa dicapai dengan dukungan segenap pemangku kepentingan hingga pemasangan PLTS Atap oleh masyarakat,” kata Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Chrisnawan Anditya dalam Indonesia-German Renewable Energy Day 2021, Selasa (30/11).

Jelas Chrisnawan, bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025 merupakan target jangka pendek yang harus dicapai pemerintah. "Kami optimis dengan RUPTL dan dukungan semua stakeholder dan animo industri dengan seluruh masyarakat yang memasang PLTS Atap, kami yakin kontribusi 23 persen EBT pada 2025 dapat tercapai," katanya.

Lanjut Chrisnawan, untuk jangka menengah, pemerintah menargetkan pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) di mana Indonesia penurunan emisi pada 2030 mencapai 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional. “Target jangka panjangnya adalah net zero emission pada 2060 atau lebih cepat,” paparnya.

Jelasnya, khusus untuk target NDC, pemerintah pun optimis target bisa dicapai menyusul realisasi penurunan emisi pada 2020.

Realisasi penurunan emisi gas rumah kaca pada 2020 mencapai 64,4 juta ton CO2, jauh lebih tinggi dibandingkan target awal 58 juta ton CO2.

Sementara di dalam NDC, Indonesia menargetkan 29 persen penurunan emisi, di mana jumlah sekitar 314 juta ton CO2 di sektor energi. Sementara itu, target penurunan emisi sebesar 41 persen dengan bantuan internasional dipatok sebesar 446 juta ton CO2.

"Kami optimis target 314 juta ton dapat tercapai memperhatikan realisasi target penurunan emisi yang melampaui targetnya,” bebernya. “Pada 2020 realisasinya 64 juta ton CO2 dan targetnya di bawah itu," katanya lagi.


TERKINI