Bank Neo Commerce | Foto: Istimewa

Rights issue Bank Neo Commerce alami oversubscribed hingga Rp882,5 miliar

23 Desember 2021

Moneter – Rights issue atau penerbitan saham baru oleh PT Bank Neo Commerce mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 679 juta saham atau setara Rp882,5 miliar.  

Right issue perseroan mengalami oversubscribed. Dikarenakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bank Neo Commerce. Aksi korporasi ini berhasil menarik para investor baru, sedangkan investor lama tetap berpartisipasi penuh dalam aksi korporasi ini,” kata Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk., Tjandra Gunawan, Rabu (22/12).

Katanya, perseroan mengalami dua kali oversubscribed pada HMETD IV dan HMETD V menjadi bukti tingginya minat masyarakat untuk memiliki saham Bank Neo Commerce.

Baca juga : Cari tambahan modal, Bank Neo Commerce targetkan raup Rp2,5 triliun dari right issue

“Capaian ini penting karena berarti Bank Neo Commerce telah berhasil meraih modal inti melebihi dari ketentuan yang dipersyaratkan oleh OJK,” bebernya.

Pada Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) V perseroan menerima pesanan saham hingga 679 juta lembar saham.

Sedangkan jumlah saham yang ditawarkan dalam HMETD V ini sebanyak 1.927.162.193 lembar saham dengan nilai pelaksanaan Rp1.300 untuk setiap saham. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima perseroan adalah sebesar Rp2,50 triliun.

Selama periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada tanggal 2 – 8 Desember 2021, juga periode pemesanan saham tambahan sampai dengan tanggal 10 Desember 2021, dicatat bahwa pelaksanaan HMETD terserap secara penuh dan terjadi kelebihan pemesanan tambahan mencapai 679 juta saham atau setara Rp882,5 miliar.

Adapun, dana yang diperoleh dari hasil PUT V, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja pengembangan usaha perseroan berupa investasi teknologi informasi, penyaluran kredit, kegiatan operasional perbankan lainnya serta penguatan permodalan perseroan.

Sampai dengan 14 Desember 2021, pemegang saham perseroan antara lain PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan sebesar 24,98%, PT Gozco Capital 15,64%, Rockcore Financial Technology Co. Ltd 6,12%, Yellow Brick Enterprise Ltd. 5,17%, dan sisanya pemegang saham publik 48,08%.


TERKINI