Logo Mitratel

Tahun ini, Mitratel bidik pendapatan Rp7,4 triliun

12 Januari 2022

Moneter – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel memproyeksikan pendapatan sebesar Rp 7,4 triliun dan laba bersih Rp 1,6 triliun sepanjang tahun 2022. Target ini lebih tinggi dibandingkan dengan perolehan perseroan pada tahun 2021.

"Target ini akan lebih tinggi dibandingkan 2021,”kata Chief Financial & Risk Management Officer Mitratel, Ian Sigit Kurniawan di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Target perusahaan infrastruktur telekomunikasi ini berpotensi bisa lebih tinggi seiring dengan rencana perseroan yang akan mengembangkan bisnis organik dan anorganik.

“Untuk target 2021 masih dalam tahapan closing dan belum bisa dipaparkan,” ujarnya.

CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko bilang, ada empat strategi yang akan dijalankan perseroan, yakni memperbesar kontribusi pertumbuhan bisnis organik dengan cara menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler (MNO) yang menjadi klien perusahaan.

Kemudian, melanjutkan aksi merger dan akusisi (M&A) aset menara dari Telkomsel maupun mengakuisisi saham perusahaan menara yang lebih kecil. Selanjutnya, perseroan akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru.

"Saat ini kami tengah mengembangkan portofolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator, termasuk dengan melakukan fibersisasi menara, mengaplikasikan infrastructure as a service, sehingga kami bisa menyediakan jaringan IoT bagi pelanggan non-MNO, serta ekspansi ke penyediaan small cells sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G,” ucapnya.

Menurutnya, dengan kemampuan pendanaan baik dari hasil IPO senilai lebih dari Rp 18 triliun, serta leverage dan biaya utang (cost of debt) terendah dibanding operator lainnya, Mitratel optimistis menyambut setiap peluang yang ada di tahun ini.

Terakhir, Mitratel akan terus meningkatkan efisiensi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex) perusahaan sehingga bisa meningkatkan profitabilitas serta menambah arus kas.

Sementara Chief Investment Officer Mitratel Hendra Purnama menyampaikan, perseroan akan menyerap sebanyak 40% untuk belanja modal (capital expenditure/capex) organik dan 50% untuk anorganik.

"Kenapa organik lebih besar, karena perseroan melihat kebutuhan akuisisi cukup besar untuk tahun 2022 dan 2023. Sehingga kami tidak mau melewatkan kesempatan tersebut. Untuk organik, perseroan sudah memperhitungkan dengan perkembangan dari bisnis tower yang ada di Indonesia,” ujar Hendra.


TERKINI