SKK Migas

SKK Migas catat realisasi investasi hulu migas hingga Rp155 triliun di tahun 2021

18 Januari 2022

Moneter – Sepanjang tahun 2021, SKK Migas mencatat realisasi investasi hulu migas mencapai 10,7 miliar dolar AS atau setara Rp155 triliun. Jumlah ini naik jika dibandingkan realisasi investasi tahun 2020 yang berada pada angka 10,5 miliar dolar AS.

"Investasi yang cukup besar ini dilakukan karena kami menyadari sepenuhnya bahwa ke depan kebutuhan terhadap migas akan semakin besar," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Senin (17/1/2022).

Katanya, kebutuhan investasi tersebut akan semakin meningkat ke depannya untuk mencapai target besar industri hulu migas yaitu pencapaian target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.

Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan usaha bersama untuk menciptakan iklim investasi yang mendukung pencapaian target tersebut. “Perbaikan fiskal juga diperlukan untuk meningkatkan investasi migas di masa depan,” ucapnya.

Dampak positif dari peningkatan produksi migas nasional akan mengurangi Current Account Deficit (CAD), menjaga ketahanan energi nasional, menciptakan lapangan kerja dan penguatan kapasitas perusahaan nasional penunjang industri hulu migas.

"Permintaan minyak meningkat seiring dengan perbaikan ekonomi dan akan diimbangi dengan pasokan. Pada jangka pendek harga minyak meningkat karena peningkatan permintaan," ujar Dwi.

Jelas Dwi, kebutuhan minyak dan gas bumi juga akan tetap signifikan, meskipun saat ini dunia sedang bergerak menuju netralitas karbon.

Meskipun porsi bauran energi migas dan kebutuhan menurun setiap tahun seiring dengan meningkatnya persentase bauran energi baru terbarukan, namun secara volume kebutuhan migas akan semakin membesar.

Dwi menuturkan gas bumi juga akan memainkan peran strategis sebagai agen transisi energi. "Dalam rangka memaksimalkan dukungan industri hulu migas selama masa transisi energi ini, investasi kembali menjadi kunci," ucapnya.

Selain itu, SKK Migas juga mencatat total pendapatan dari bagian negara mencapai 14 miliar dolar AS atau sekitar 203 miliar dolar AS. Jumlah itu meningkat sekitar 61 persen dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 8,7 miliar dolar AS.


TERKINI