Gedung Waskita | Foto: Istimewa

Dari hasil rights issue akhir 2021, Waskita Karya serap dana Rp9,44 triliun

18 Januari 2022

Moneter BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil menerima dana sebesar Rp9,44 triliun melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang dilaksanakan pada akhir tahun lalu.

Rights issue perseroan terserap 78,95% di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish, dengan menerima dana melalui publik sebesar Rp1,54 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,90 triliun.

Adapun penebusan saham baru yang diterbitkan oleh Waskita Karya pada rights issue, mayoritas dieksekusi oleh institusi asing. Hingga akhir periode perdagangan rights issue pada tanggal 12 Januari 2022, komposisi kepemilikan saham menjadi 75,35 persen pemerintah dan 24,65% publik dengan jumlah total saham setelah rights issue sebanyak 28.806.807.016 lembar saham.

”Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari para pemegang saham kepada perseroan,” kata Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, Senin (17/1/2022).

Sementara itu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan implementasi dari delapan Stream Penyehatan Keuangan Waskita, terutama melalui aksi korporasi penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah pada kuartal pertama tahun ini.

Adapun target proceeds dari penerbitan obligasi dan sukuk ini sebesar Rp3,83 triliun dan akan digunakan untuk refinancing obligasi-obligasi yang jatuh tempo di tahun ini serta modal kerja proyek konstruksi perseroan.

”Kami berharap para investor pasar modal maupun fixed income dapat terus memberikan dukungannya pada aksi-aksi korporasi perseroan saat ini maupun di masa mendatang,” kata Taufik.

Pada 2022, perseroan menargetkan kontrak baru sebesar Rp 30 triliun. Dimana target tersebut diyakini bakal tercapai seiring dengan realisasi perolehan nilai kontrak baru senilai Rp20,51 triliun pada 2021. Realisasi kontrak baru hingga akhir Desember 2021 senilai Rp20,51 triliun itu mencapai 100% dari target yang ditetapkan oleh perseroan.

Diketahui, pada tahun 2021 WSKT mendapat fasilitas pinjaman sindikasi dari Bank Himbara dengan penjaminan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga turut dalam aksi korporasi rights issue perseroan dengan menyuntikkan dana PMN senilai Rp7,9 triliun.


TERKINI