Foto: Istimewa

Emiten Farmasi Ini Catatkan Kerugian Bersih Sebesar Rp37,58 Miliar di Tahun 2021

22 April 2022

Moneter - PT Indofarma Tbk (INAF) membukukan rugi bersih sebesar Rp37,58 miliar di tahun 2021. Atas kerugian tersebut, rugi per saham dasar Rp12,12, sedangkan di tahun 2020 mencatatkan rugi bersih per saham Rp0,01.

Sementara di tahun 2020, emiten farmasi ini membukukan laba bersih sebesar Rp27,58 miliar.

“Penjualan bersih perseroan naik menjadi Rp2,901 triliun yang ditopang pertumbuhan penjualan obat ethical ke dalam negeri sebesar 33,37% menjadi Rp1,115 triliun,” tulis perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Tulisnya, pada tahun 2021, perseroan mulai mencatatkan penjualan vaksin senilai Rp924,76 miliar, pos ini nihil pada tahun 2020. Hanya penjualan alat kesehatan, jasa klinik dan lainnya yang menyusut 5,5% menjadi Rp802,1 miliar.

Walau beban pokok penjualan membengkak 87,02% menjadi Rp2,45 triliun tapi laba kotor tumbuh 12,75% menjadi Rp451,65 miliar. Namun, laba usaha turun 12,06% menjadi Rp51,97 miliar karena beban penjualan, umum dan adminitrasi serta kerugian lain lain membengkak 16,6% menjadi Rp399,68 miliar.

Selanjutnya beban keuangan membengkak 7,5% menjadi Rp43,3 miliar. Terlebih beban pajak penghasilan membengkak 156% menjadi Rp64,45 miliar.

Alhasil, perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp37,57 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 17,3% menjadi Rp2,011 triliun karena utang pajak membengkak 97,9% menjadi Rp194,5 miliar. Untuk diketahui, pada tahun 2022 perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan bisa mencapai 30%. 


TERKINI