Sido Muncul | Foto: Istimewa

Penjualan Sido Muncul Naik 10 Persen Lebih di Kuartal I/2021

25 April 2022

MoneterEmiten produsen jamu, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan penjualan sebesar Rp880,49 miliar atau naik 10,97% yoy dibandingkan dengan kuartal I/2021 sebesar 793,41 miliar.

Perseroan menjelaskan, mayoritas kinerja penjualan disumbang oleh segmen jamu herbal dan suplemen yang mencapai Rp529,01 miliar, naik 4,56% yoy dibandingkan dengan kuartal I/2021 sebesar Rp505,76 miliar.

“Segmen makanan dan minuman menyusul sebagai kontributor terbesar kedua dengan nilai penjualan Rp308,71 miliar, sementara segmen farmasi menyumbang Rp42,75 miliar,” tulis perseroan diketerangan resminya, Minggu (24/4/2022).

Sejalan dengan kenaikan penjualan, SIDO turut membukukan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 15,93% yoy menjadi Rp398,67 miliar pada kuartal I/2022, dari Rp345,47 miliar pada kuartal I/2021. Alhasil, laba bruto Sido Muncul hanya naik 7,56 persen yoy dari Rp447,93 miliar menjadi Rp481,82 miliar.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO naik 9,66% yoy menjadi Rp295,03 miliar dari sebelumnya Rp269,04 miliar.

Adapun total aset SIDO hingga sampai akhir Maret 2022 mencapai Rp4,28 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan total aset pada akhir 2021 sebesar Rp4,06 triliun. Total liabilitas yang dimiliki SIDO pada akhir Kuartal I/2022 mencapai Rp1,19 triliun, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir 2021 sebesar Rp597,78 miliar.

Sementara itu, total ekuitas SIDO mencapai Rp3,08 triliun, turun dari Rp3,47 triliun pada akhir 2021. Tahun ini, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menargetkan belanja modal sebesar Rp210 miliar pada 2022. Ekspansi terutama di saluran distribusi guna peningkatan kinerja.

Kata Direktur Keuangan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Leonard, belanja modal sebesar Rp210 miliar terutama untuk meningkatkan skala distribusi domestik dan pengembangan produk baru.

Perseroan menargetkan dapat berekspansi dengan lingkup hingga 150.000 pedagang grosir dan ritel memenuhi kekosongan distribusi di luar Pulau Jawa. Hingga 2021, total outlet distribusi SIDO mencapai 135.000 grosir dan ritel.

Selain itu, SIDO juga menargetkan peluncuran tiga produk baru untuk penjualan dalam negeri. Penambahan produk tersebut terkait varian minuman sehat dan produk suplemen herbal.

Distribusi penjualan secara online juga menjadi fokus perseroan guna memaksimalkan marketplace dan media sosial. "Dana belanja modal didapat dari arus kas operasi ada Rp3 triliun tunai di neraca keuangan, sehingga belum membutuhkan pendanaan dari perbankan untuk membiayai aktivitas belanja modal,” kata Leonard. 


TERKINI