Logo Bukalapak

Bukalapak Kantongi Laba Sebesar Rp 14,54 Miliar di Kuartal I/2022

30 April 2022

Moneter – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan adjusted EBITDA sebesar Rp -372 miliar, di mana rasio adjusted EBITDA terhadap Total Processing Value (TPV) menunjukkan peningkatan dari -1,2% menjadi -1,1% di kuartal I/2022.  

“Perseroan berhasil membukukan laba operasional sebesar Rp 14,42 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 4.497% dari Rp -328 miliar,” tulis keterangan resmi perseroan, Jumat (29/4/2022).

Perseroan menjelaskan, kenaikan laba disebabkan oleh laba nilai investasi dari PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Oleh karena itu, perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 14,54 miliar atau meningkat sebesar 4.593% dari Rp -324 miliar.

Di samping peningkatan efisiensi yang diiringi dengan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas perseroan sebesar Rp 20,0 triliun pada akhir bulan Maret 2022.

Sementara, TPV selama kuartal I/2022 tumbuh 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 34,1 triliun. Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh peningkatan jumlah transaksi sebesar 34%.

Di mana, 74% TPV berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat.

Diketahui, Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan, di mana TPV Mitra bertambah sebesar 78% menjadi Rp 17,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi Mitra terhadap TPV meningkat dari 35% menjadi 51% pada 1Q22.

Pertumbuhan Mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir bulan Maret 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 13,1 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021.

Alhasil, pendapatan Bukalapak tumbuh sebesar 86% menjadi Rp 788 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya, sementara itu pendapatan Mitra meningkat sebesar 227% menjadi Rp 472 miliar, atau naik sebesar 47%. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 34% menjadi 60%.

Perseroan memiliki komitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. Adapun, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) terhadap TPV menjadi 1,0% dibandingkan dengan 1,1% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Margin kontribusi Bukalapak, yang dihitung sebagai laba kotor dikurangi beban penjualan dan pemasaran terhadap TPV, menunjukkan peningkatan dari -0,3% pada 1Q21 menjadi -0,1% terhadap TPV di 1Q22.

Margin kontribusi marketplace Bukalapak terhadap TPV marketplace meningkat dari -0,2% di 1Q21 menjadi 0,2%, sementara margin kontribusi Mitra terhadap TPV Mitra membaik dari -0,5% di 1Q21 menjadi -0,4%.

 

 


TERKINI