Ilustrasi | Foto: Istimewa

Transaksi Selama Ramadan dan Idul Fitri 2022 Dorong PDB Nasional Sebesar 0,14 ptp

09 Mei 2022

MoneterChief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan transaksi selama Ramadan dan Idul Fitri 2022 akan mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,14 poin to poin (ptp). 

“Hal ini tercermin dari frekuensi dan nominal transaksi belanja masyarakat yang meningkat sejak bulan Maret 2021,” katanya, Minggu (08/05/2022).
 
Kata Andry Asmoro, diprediksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 bertengger di kisaran 5,17%, yang dimulai dengan proyeksi capaian 4,95% laju kenaikan PDB pada triwulan I-2022.
 
“Ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi percepatan pertumbuhan ekonomi Tanah Air ke depan. Salah satunya, perbaikan harga komoditas yang telah berlangsung sejak akhir 2020 lalu,” beber Andry.
 
Peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO), batubara, dan nikel akan meningkatkan transaksi belanja dan berujung pada perbaikan ekonomi di daerah.
 
“Kenaikan harga batubara akan meningkatkan penjualan mobil niaga sementara peningkatan harga CPO akan mendorong penjualan mobil penumpang. Sektor turunan lainnya juga diprediksi akan mengalami perbaikan sejalan dengan stabilitas harga komoditas,” ujarnya.
 
Menurutnya, jika mobilitas masyarakat dilonggarkan dan kasus covid-19 dapat ditekan atau tidak ada varian baru yang mematikan, maka pemulihan ekonomi daerah dipastikan akan lebih masif. “Pembangunan yang memicu perbaikan kualitas infrastruktur di daerah mampu menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
 
Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) setidaknya terdapat sebanyak 201 proyek dan 10 program dalam Proyek Strategis Nasional Terbaru. Tidak hanya di Pulau Jawa, proyek strategis nasional ini juga tersebar di luar Pulau Jawa.
 
“Tingkat pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara yang semakin masif sangat berdampak pada kemudahan mobilitas antar wilayah, baik untuk mobilitas manusia maupun barang,” tutupnya.


TERKINI