NFC Indonesia | Foto: Istimewa

Pendapatan NFC Indonesia Naik 17,0 Persen di Tahun 2021

09 Mei 2022

Moneter – PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) membukukan pendapatan meningkat sebesar 17,0% (yoy) dari Rp7,6 triliun pada 2020 menjadi Rp8,9 triliun pada 2021.

“Kontributor pertumbuhan utama berasal dari iklan cloud digital, segmen aggregator produk digital, serta tambahan tiga aliran pendapatan baru dari energi bersih, grosir digital, dan konten & hiburan,” tulis keterangan resmi perseroan, Minggu (08/5/2022).

Sementara itu, tingkat laba usaha mengalami penurunan sebesar 2% yoy, dari Rp60,8 miliar pada 2020 menjadi Rp59,5 miliar pada 2021. Hal ini disebabkan oleh kenaikan beban usaha sebesar 16% yoy dari Rp103,7 miliar menjadi Rp120,7 miliar pada 2021.

Namun, NFCX telah melihat pemulihan yang kuat di kuartal keempat 2021, sedangkan pendapatan melonjak sebesar 46% yoy pertumbuhan, dari Rp1,7 triliun pada kuartal IV/2020 menjadi Rp2,4 triliun pada kuartal IV/2021 yang didukung oleh margin kotor yang sangat baik, dari 24,9% pada kuartal IV/2020  menjadi 38,3% pada kuartal IV/2021.

Dibandingkan dengan angka kuartal sebelumnya, pendapatan kuartal IV/2021 juga lebih tinggi sebesar 5% QoQ dari Rp 2,3 triliun pada kuartal ketiga 2021 menjadi Rp 2,4 triliun pada kuartal IV/2021.

NFCX memperkirakan perkembangan tren ini akan berlanjut seiring dengan pemulihan kegiatan ekonomi pada tahun 2022. NFCX berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 577% yoy, dari Rp24 miliar pada 2020 menjadi Rp162 miliar pada 2021, didorong oleh tambahan pendapatan dari investasi lain sebesar Rp300,5 miliar pada 2021.

Per 2021, MCAS berhasil menjual 506 unit motor Volta dan mencatatkan pendapatan sebesar Rp11,7 miliar untuk segmen energi bersih. Hal ini tentu merupakan pencapaian penting mengingat fasilitas manufaktur motor listrik Volta di Semarang, Jawa Tengah, baru saja mulai beroperasi secara komersial pada November 2021. Untuk fasilitas sistem ganti baterai, MCAS telah mengerahkan 66 stasiun SGB pada akhir tahun 2021.

Volta juga terus menjual lebih banyak produk pada tahun 2022 dengan 5 produk baru yang akan diluncurkan pada tahun 2022. Langkah positif ini akan terus mempercepat bisnis NFCX, didukung oleh pandemi Covid-19 yang hampir berakhir, kami optimis bahwa segmen energi bersih ini akan terus berkontribusi pada pertumbuhan yang kuat untuk NFCX.

Disebutkan, pendapatan iklan cloud digital NFCX berasal dari penyediaan penyewaan digital signage dan sistem manajemen layanan digital berbasis server cloud. Pendapatan segmen ini melonjak 95% pada 2021 dari Rp108,4 miliar pada 2020 menjadi Rp154,0 miliar pada 2021.

Pendapatan ini berasal dari Digital Mediatama Maxima (DMMX), anak perusahaan NFCX, yang telah menyebarkan 19.655 layar (+30.1% yoy, +1.008 layar baru QoQ), mencakup 15.745 tempat iklan (+39.5% yoy) di 34 kota di Indonesia. 1.008 layar yang digunakan selama 3 bulan pada kuartal IV/2021 adalah kemajuan yang unggul mengingat penurunan makro-ekonomi utama.


TERKINI