Skip to Content

Jadi Lokasi Favorit Libur Lebaran, Sejumlah Desa Wisata Alami Kenaikan Wisatawan

Jadi Lokasi Favorit Libur Lebaran, Sejumlah Desa Wisata Alami Kenaikan Wisatawan
Desa Wisata Pentingsari di Kabupaten Sleman

Moneter – Desa wisata menjadi salah satu pilihan destinasi wisata yang paling diminati oleh masyarakat saat libur lebaran.

Beberapa destinasi wisata yang ramai dikunjungi, diantaranya Borobudur, yang merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas. Tercatat, terdapat 100% kenaikan okupansi homestay Desa Wisata di sekitar Candi Borobudur.

Selain itu, adanya peningkatan jumlah wisatawan, yakni 5.000 orang ke Desa Wisata Tegalmulyo, Kabupaten Klaten; meningkatnya jumlah wisatawan sebanyak 400 orang ke Desa Wisata Kerapu Kabupaten Situbondo; meningkatnya jumlah wisatawan sebanyak 700 orang ke Desa Wisata Kalibiru Kabupaten Kulon Progo; dan meningkatnya penjualan paket wisata dengan jumlah wisatawan sebanyak 1.357 orang ke Desa Wisata Pentingsari Kabupaten Sleman.

Kenaikan jumlah wisatawan sebanyak 1.700 orang ke Desa Wisata Cikakak, Kabupaten Banyumas; hingga meningkatnya jumlah wisatawan sebanyak 6.320 orang ke Desa Wisata Pentagen Kabupaten Kerinci.

"Jadi selama libur lebaran untuk memperlancar mudik saya diberi tugas oleh Menko PMK untuk ikut terlibat dalam pengaturan manajemen mudik. Oleh karena itu, kita beri suatu pola perjalanan atau travel pattern yang jadi pilihan destinasi wisata oleh para pemudik, dan ternyata masyarakat pemudik ini menjatuhkan pilihan ke desa-desa wisata pada jalur sekitar mudik," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Selasa (17/5/2022).

"Melihat potensi tersebut, kami dengan bangganya mempromosikan 50 besar desa wisata ADWI 2021 melalui sosial media, kanal youtube dan beberapa media televisi nasional dalam penayangan program-program jalan-jalan di desa wisata," kata Menparekraf Sandiaga.

Agar desa wisata di tiap destinasi wisata terus berkembang, Menparekraf mengimbau pemerintah daerah dan para pengelola desa wisata agar tetap patuh pada protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, mengusahakan sertifikasi CHSE, mengupayakan sertifikasi desa wisata berkelanjutan, dan memberikan apresiasi kepada masyarakat penggerak sektor pariwisata melalui ADWI.

Sandiaga juga mendorong Pemda dan pengelola desa wisata untuk mengimplementasikan program pendampingan pengelolaan sampah. "Karena jika banyak pengunjungnya, sampahnya juga banyak, oleh karena itu kita harus kelola  lebih baik," ujar Sandiaga.