Skip to Content

Raup Rp 8,59 Triliun, Laba Bukalapak 'Meroket' di Semester I/2022

Raup Rp 8,59 Triliun, Laba Bukalapak 'Meroket' di Semester I/2022
Bukalapak

MONETER – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,59 triliun pada semester I-2022. Laba ini meningkat 1.209% dibanding periode sama tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih Rp 767 miliar.


Kata VP of Corporate Secretary BUKA, Perdana Arning Saputro, raihan laba bersih perseroan tidak lepas dari laba nilai investasi market-to-market PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI).


Baca juga: Bukalapak Kantongi Laba Sebesar Rp 14,54 Miliar di Kuartal I/2022


“Termasuk, bertumbuhnya pendapatan perseroan pada kuartal II-2022 sebanyak 105% menjadi Rp 903 miliar, sehingga pendapatan BUKA di sepanjang semester I-2022 naik 96% menjadi Rp 1,6 triliun dibanding semester sama 2021 yang sebesar Rp 863 miliar,” ujarnya, Rabu (3/8/2022).


Peningkatan pendapatan perseroan pada kuartal II-2022 disumbang dari pendapatan mitra yang mengalami kenaikan 242% menjadi Rp 498 miliar. Karena itu, pendapatan mitra pada semester I-2022 naik 235% menjadi Rp 970 miliar.


Baca juga: Tahun Ini Bukalapak Targetkan Pendapatan Rp3 Triliun


Menurutnya, kontribusi mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 33% pada kuartal II-2021 menjadi 55% pada kuartal II-2022.


“Perseroan berkomitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan diiringi dengan pengelolaan beban yang baik,” kata Perdana.


Komitmen perseroan tersebut cukup beralasan, pasalnya mitra Bukalapak merupakan penggerak utama bertumbuhnya kinerja perseroan pada semester I-2022. Di mana, Total Processing Value (TPV) mitra pada kuartal II-2022 bertambah 25% menjadi Rp 17,7 triliun dan pada semester I-2022 naik 46% menjadi Rp 35 triliun dibanding periode sama tahun lalu.


Pertumbuhan mitra tersebut berkat berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan Bukalapak kepada para mitra. Alhasil, pada akhir Juni 2022, jumlah mitra yang terdaftar mencapai 14,2 juta, atau meningkat 27% dari sebelumnya 11,8 juta pada akhir Desember 2021.


Selain itu, pada paruh pertama tahun ini, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) perseroan terhadap TPV juga membaik menjadi 1,0% dibanding sebelumnya 1,2%.


Margin kontribusi Bukalapak yang dihitung sebagai laba kotor dikurangi beban penjualan dan pemasaran terhadap TPV menunjukkan peningkatan dari -0,2% pada semester I-2021 menjadi -0,1% terhadap TPV pada semester I-2022.


Baca juga: Pendapatan Bukalapak Naik di Kuartal IV/2021


Margin kontribusi Marketplace Bukalapak terhadap TPV Marketplace juga meningkat dari -0,1% pada semester I-2021 menjadi 0,3% pada semester I-2022. Sementara margin kontribusi Mitra terhadap TPV Mitra membaik dari -0,5% pada semester I-2021 menjadi -0,4% pada semester I-2022.


Dengan demikian, pada semester I-2022 perseroan membukukan adjusted Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (adjusted EBITDA) sebesar -Rp 732 miliar dengan rasio adjusted EBITDA terhadap TPV menunjukkan peningkatan dari -1,2% pada semester I-2022 menjadi -1,0% pada semester I-2022.


Perdana bilang, perseroan akan tetap fokus pada kinerja operasional. Karenanya, manajemen bakal tetap menggunakan adjusted EBITDA sebagai indikator kinerja perseroan.


“Dengan peningkatan efisiensi yang diiringi pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas sebesar Rp 20 triliun pada akhir Juni 2022,”  tutupnya.


Tags :