Harga Jual Logam Melesat, Laba Bersih PT Timah Naik 301 Persen di Semester I/2022
Skip to Content

Harga Jual Logam Melesat, Laba Bersih PT Timah Naik 301 Persen di Semester I/2022

Harga Jual Logam Melesat, Laba Bersih PT Timah Naik 301 Persen di Semester I/2022
PT Timah

MONETER – PT Timah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp1.082 miliar di semester I/2022. Laba bersih itu naik 301 persen bila dibandingkan semester pertama tahun lalu yang hanya sebesar Rp270 miliar.

 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani bilang pertumbuhan kinerja anak perusahaan dan melesatnya harga jual logam sangat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perseroan.

 

Sepanjang semester I/2022, produksi bijih timah tercatat sebesar 9.901 ton atau turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11.457 ton. Dari jumlah tersebut, 39% atau 3.829 ton berasal dari penambangan darat. Sedangkan sisanya 61% atau 6.072 ton berasal dari penambangan laut.

 

Produksi logam timah turun sebesar 26% menjadi 8.805 metrik ton bila dibandingkan periode pertama tahun lalu sebanyak 11.915 metrik ton. Penjualan logam timah tercatat sebesar 9.942 metrik ton atau turun sebesar 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 12.523 metrik ton.

 

Sementara itu, harga jual rata-rata logam timah tercatat sebesar 41.110 dolar AS per metrik ton atau naik signifikan 48% dibandingkan periode semester pertama tahun lalu sebesar 27.858 dolar AS per metrik ton.

 

“Timah berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp7.479 miliar atau naik 27% jika dibandingkan periode paruh pertama tahun lalu Rp5.870 miliar, laba operasi naik 127% menjadi Rp1.427 miliar, dan laba bersih baik 301% menjadi Rp1.082 miliar,” ," kata Fina, Kamis (1/9/2022).

 

Menurutnya, laba bersih yang meningkat itu didukung performa harga jual logam timah selama periode pertama tahun ini dengan rata-rata harga 41.110 dolar AS per ton. "Membaiknya profitabilitas perseroan terlihat pula dari naiknya EBITDA sebesar 82% menjadi Rp1,9 triliun," jelas Fina.

 

Sementara itu, posisi nilai aset Timah tercatat mencapai Rp14,4 triliun atau turun 2% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp14,7 triliun. Posisi liabilitas tercatat sebesar Rp7,3 triliun atau turun 13% dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp8,4 triliun, sedangkan posisi ekuitas naik 12% menjadi Rp7,1 triliun dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp6,3 triliun.

 

Posisi kas dan setara kas Perseroan naik 51% menjadi Rp1,9 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,3 triliun. Pinjaman bank dan utang obligasi juga turun signifikan menjadi Rp3,6 triliun dari sebelumnya Rp5,1 triliun.

 

Indikasi baiknya performa finansial perseroan terlihat dari beberapa rasio seperti quick ratio sebesar 43%, current ratio sebesar 157%, gross profit margin sebesar 26%, net profit margin sebesar 14%, debt to asset ratio sebesar 25%, dan debt to equity ratio sebesar 52%.

 

"Kami memacu kinerja anak usaha untuk menjaga pertumbuhan kinerja. Kontribusi anak usaha yang semula hanya 5% - 10%, maka pada tahun 2022 kontribusi tersebut diperkirakan meningkat menjadi 28% terhadap laba bersih perusahaan," jelas Fina.

 


Tags :