WIKA Tawarkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah Senilai Rp2,5 Triliun
Skip to Content

WIKA Tawarkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah Senilai Rp2,5 Triliun

WIKA Tawarkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah Senilai Rp2,5 Triliun
Logo Wijaya Karya (WIKA) | Foto: Istimewa

MONETER – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menawarkan obligasi berkelanjutan II WIjaya Karya tahap I tahun 2022 senilai Rp2 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I 2022 dengan total dana sukuk sebesar Rp500 miliar.


“Sehingga total yang ditawarkan perseroan untuk aksi korporasi tersebut senilai Rp2,5 triliun yang diterbitkan pada 3 November 2022 mendatang,” tulis keterangan resmi perseroan di Jakarta, Rabu (05/10/2022).


Untuk obligasi, merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III Wijaya Karya dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp4 triliun.


Adapun, obligasi senilai Rp2 triliun ini akan diterbitkan dalam 3 seri dengan tingkat suku bunga dan besaran nilai masing-masing seri yang ditentukan kemudian.


Adapun, seri A berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi, seri B berjangka waktu 5 tahun, dan seri C berjangka waktu 7 tahun. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.


Pembayaran bunga obligasi pertama dilaksanakan pada 3 Februari 2023, sedangkan pembayaran terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing yakni tanggal 3 November 2025 untuk seri A, 3 November 2027 untuk seri B, dan 3 November 2029 untuk seri C.


Sementara untuk Sukuk Mudharabah, merupakan bagian dari penawaran umum berjelanjutan sukuk mudharabah III Wijaya karya dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1 triliun.


Adapun, sukuk senilai Rp500 miliar ini akan diterbitkan dalam 3 seri dengan besaran jumlah dana sukuk dan nisbah pendapatan yang dibagihasilkan ditentukan kemudian.


Ketiga seri sukuk ini dibedakan berdasarkan jangka waktunya, seri A berjangka waktu 3 tahun, seri B berjangka waktu 5 tahun, sementara seri C berjangka waktu 7 tahun. Sesuai rencana waktu obligasi, pembayaran pendapatan bagi hasil dilaksanakan setiap tiga bulan dengan pembayaran pertama pada 3 Februari 2023.


Selanjutnya, pembayaran terakhir sekaligus jatuh tempo sukuk masing-masing yakni tanggal 3 November 2025 untuk seri A, 3 November 2027 untuk seri B, dan 3 November 2029 untuk seri C.


Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, masa penawaran awal sukuk dan obligasi pada rentang 4-18 Oktober 2022. Selanjutnya, perkiraan tanggal efektif pada 26 Oktober 2022, perkiraan masa penawaran pada 28-31 Oktober 2022.


Perkiraan tanggal penjatahan pada 1 November 2022, tanggal pembayaran dari investor pada 2 November 2022, tanggal pengembalian uang pemesan pada 3 November 2022. Selanjutnya, distribusi obligasi secara elektronik pada 3 November 2022 dan pencatatan di BEI pada 4 November 2022.


Hasil pemeringkatan obligasi dan sukuk ini mendapatkan peringkat dari pefindo idA (single A). Sementara itu, Wali Amanat yakni PT Bank Mega Tbk, sedangkan penjamin pelaksana emisi yakni BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

 


Tags :