Moneter.id – Cafe 70 fahrenheit Koffie Bali berencana melebarkan sayapnya
dalam bisnis kuliner dengan membuat cafe yang berada di Kawasan Jimbaran, Kuta
Selatan. Sebelumnya, usaha yang dirintis oleh Suryadi Suryadamma dan
Stanley Annjaya hanya memasarkan kopi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia
sejak 15 tahun silam, dan yang diminati wisatawan mancanegara saat berlibur di
Pulau Dewata.
“Konsep awal berdirinya cafe tersebut ingin menjadikan
jendela kopi Indonesia lebih dikenal luas hingga ke luar negeri,” kata Stanley
dilansir Antara, Rabu (26/12).
Ia mengatakan, awalnya kami memperkenalkan kopi Bali kepada
orang luar dan setelah berkembang pesat, kami mempromosikan kopi dari seluruh
Indonesia baik itu dari Aceh, Jawa, Bali, Sulawesi yang berasal dari Toraja
hingga Wamena Papua. “Kami perkenalkan maupun pasarkan hingga ke luar negeri
dan saat ini juga sudah dijual di cafe 70 derajat fahrenheit ini,” ujar
Stanley.
Menurut Stanley, penikmat kopi nusantara tidak hanya orang
asli Indonesia saja, namun rata-rata banyak warga asing yang tertarik dengan
kopi Indonesia dari Benua Eropa. Saat ini, pangsa pasar yang menjadi target
paling besar berasal dari Benua Asia yakni Singapura, Malaysia, Taiwan,
Hongkong dan Tiongkok yang berlibur ke Bali.
“Saat ini peminta kopi Indonesia juga berasal dari
negara Cina yang banyak berlibur ke Bali. Jadi ini target pasar kami,”
katanya.
Selain itu, pihaknya menuturkan warga Rusia juga sudah mulai
menyukai kopi Indonesia dan Eropa Timur juga sudah mulai minta dengan kopi
Indonesia berjenis robusta. Sedangkan, warga Eropa lebih menyukai kopi
Indonesia jenis arabika.
Untuk konsep cafe yang kami buat ini memang identik dengan
mural Indonesia, megamendung dan batik khas Indonesia yang akan menjadi salah
satu tempat santai untuk menikmati secangkir kopi dan menu pilihan makanan
bersama rekan kerja, sahabat maupun keluarga.
Penikmat kopi Indonesia sudah pasti mendapat kopi yang
“fress” yang diracik sendiri oleh barista handal yang ada di cafe 70
derajat fahrenheit dan kopinya diolah langsung dari pabrik sendiri.
“Dengan mengangkat tema sentuhan tradisional dengan gaya
modern, filosofi Cafe 70 derajat fahrenheit Koffie ini sendiri diambil dari
arti 70 derajat fahrenheit atau 21derajat celcius. Dimana, Di suhu 21 hingga 24
derajat celcius inilah pohon kopi bisa tumbuh baik pada ketinggian 400-600
mdpl,” ujarnya.
Cafe 70 derajat fahrenheit Koffie Bali memiliki produk
keunggulan kopi seperti salah satunya adalah black honey. Kopi Black Honey ini adalah
kopi dengan harga lelang tertinggi 2017 yang diadakan oleh SCAI, yang
saat itu dimenangkan Cafe 70 derajat fahrenheit Koffie Bali dan
diapresiasi oleh MURI dengan sertifikat Kopi termahal di Indonesia.
“Keinginan yang sangat kuat untuk memperkenalkan kopi
dari sabang hingga merauke kepada masyarakat Indonesia maupun mancanegara
inilah yang membuat kami optimis menjadi daya tarik bagi
penikmat kopi dari seluruh negara,” katanya.
Ciri khas lain yang yang ditawarkan cafe itu yakni menawarkan
ice kopi cendol dimana memadukan makanan khas daerah, kopi pisang dan ice cream
coffe magnum yang menggunakan mocca latte yang didalam ice berisi magnum,
dimana sensasi saat minum kopi terasa pahit dan setelah gigit magnumnya akan
menjadi perpaduan rasa yang unik.
“Bagi penikmat kopi dan penikmat ice cream juga kami
suguhkan disini dan menjadi sesuatu yang spesial. Selain itu, untuk ice kopi
cendol kita perkenalkan agar minuman Indonesia yang biasanya dijual pedangan
kaki lima, juga bisa tersaji di cafe ini,” katanya.




