Moneter.co.id – Kasus difteri yang mewabah di Indonesia saat
ini tengah mendapat perhatian serius. Terkait kondisi ini, Kementerian
Kesehatan (Kemenkes) akan mengadakan outbreak reponse immunization (ORI) di
tiga provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada akhir 2017.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mohamad Subuh mengatakan, dirinya
mengumpulkan tiga provinsi untuk melakukan respon cepat terhadap kejadian kasus
difteri di Indonesia. Pada saat ini sudah ada 20 provinsi yang melaporkan
kasus. “Dari 20 provinsi itu bukan satu provinsi semuanya terkena difteri tapi
ada bebebrapa kabupaten/kota yang melaporkan KLB dan sebagiannya sudah
tertangani dengan baik,” ujarnya.
Dipilihnya tiga provinsi tersebut karena potensi transmisi penyakit menular
masih tinggi. Transmisi yang tinggi itu didorong oleh padatnya jumlah penduduk,
jumlah dan tingginya mobilisasi. Selain itu, ketiga provinsi tersebut juga
tercatat memiliki kasus yang banyak dan dilaporkan usia dewasa juga terjangkit.
Subuh menjelaskan, sasaran ORI usia 1 tahun sampai 19 tahun. Dalam
pelaksanaanya, ORI menggunakan rumus 016. Artinya penyuntikan pertama ajan
diulang pada bulan berikutnya dan diulang lagi pada 6 bulan berikutnya. “Kemenkes telah melakukan studi
epidemologi, respons terhadap diagnostik dan perawatan serta pemeriksaan
laboratorium,” jelasnya.
Sementara, tingkat penularan difteri sangat tinggi karena penularan bakteri
terjadi melalui percikan ludah saat bersin atau batuk sehingga sangat mudah
menular.
Oleh karena itu, Subuh menekankan
pentingnya ORI. Artinya, pemberian imunisasi ulang secara masal kepada seluruh
wilayah terdapat kasus difteri. “Putaran pertama dilaksanakan pada 11 Desember 2017 dilanjutkan pada 11
Januari dan 11 Juli 2018,” tutupnya. (HAP)




