Senin, Maret 2, 2026

Strategi Jasa Marga Antisipasi Kepadatan Kendaraan Jelang Natal dan Tahun Baru

Must Read

Moneter.co.id – PT Jasa
Marga (Persero) Tbk. menyiapkan sejumlah langkah guna menghadapi kepadatan arus
lalu lintas di jalan tol yang kerap terjadi di gerbang-gerbang tol tertentu
ketika menjelang libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Puncak arus
mudik libur Natal yang diproyeksi terjadi pada H-3 atau tanggal 22 Desember
2017, arus lalu lintas di GT Cikarang Utama yang menjadi akses keluar-masuk
Jakarta, diprediksi akan meningkat sebanyak 32,05%, yaitu sebanyak 103.000
kendaraan dari arus lalu lintas normal yakni 78.000 kendaraan atau naik 1,48%
dari Tahun 2016,” kata AVP Corporate
Communication
 PT Jasa Marga
(Persero) Tbk, Dwimawan Heru disiaran persnya, Kamis (21/12).

Heru
menambahkan, kenaikan volume kendaraan pada puncak arus mudik Natal pun
diprediksi terjadi di gerbang tol lainnya, di antaranya GT Cileunyi – Jalan Tol
Purbaleunyi, yang mengalami kenaikan sebesar 21% (34.350 kendaraan) atau naik
21% dari lalin normal (28.180 kendaraan).

Sedangkan GT
Ciawi- Jalan Tol Jagorawi meningkat sebesar 17% (36.557 kendaraan) atau naik
17% dari lalin normal (31.225 kendaraan). Prediksi peningkatan volume lalin
juga diperkirakan terjadi di GT Cengkareng-Jalan Tol
Jakarta-Tangerang-Cengkareng meningkat sebesar 5,3% (95.087 kendaraan) atau
naik 5,3% dari lalin normal (90.249 kendaraan).

Heru
menjelaskan, pada puncak arus balik libur Natal yang diproyeksi akan terjadi
pada H+1 atau tanggal 26 Desember 2017, arus lalu lintas di GT Cikarang Utama
yang menjadi akses keluar-masuk Jakarta, diprediksi akan meningkat sebanyak
90.520 kendaraan atau naik 27,49 % dari lalin normal (71.000 kendaraan).

“Jika
dibandingkan tahun 2016, maka peningkatan volume lalin saat puncak arus balik
Natal tahun ini naik 0,18%,” ucap Heru.

Sedangkan
untuk puncak arus mudik Tahun Baru 2018 yang diproyeksikan akan terjadi pada
H-3 yaitu tanggal 29 Desember 2017, peningkatan kendaraan pun akan terjadi di
GT Cikarang Utama. Diprediksi, volume lalu lintas akan meningkat 22,4% atau
sebanyak 95.500 kendaraan dari arus lalu lintas normal (78.000 kendaraan).

Ia
menjelaskan, meningkatnya volume kendaraan pada puncak mudik libur Tahun Baru
2018 pun diprediksi tidak hanya terjadi di GT Cikarang Utama. “Sejumlah gerbang
tol pun diperkirakan akan mengalami peningkatan volume lalu lintas, di
antaranya adalah GT Cileunyi-Jalan Tol Purbaleunyi yang mengalami kenaikan
sebesar 13% dari lalin normal menjadi sebesar 31.919 kendaraan, GT Ciawi- Jalan
Tol Jagorawi diprediksi meningkat sebesar 55% dari lalin normal menjadi sebesar
34.417 kendaraan. GT Cengkareng- Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng
diprediksi meningkat sebesar 5,8% dari lalin normal menjadi 95.557 kendaraan,”
ujar Heru.

Untuk
mengantisipasi kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru
2018, Jasa Marga melakukan upaya-upaya di antaranya, memastikan kelancaran di
ruas jalan tol, memastikan kelancaran di gerbang tol, serta penambahan
fasilitas layanan di jalan tol

Selain itu,
kata Heru, Jasa Marga juga melakukan pembatasan kendaraan berat dalam periode
waktu tertentu. Pembatasan kendaraan berat sesuai dengan Peraturan Direktur
Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.6474/AJ.201/DRDJ/2017 tentang pengaturan
lalu lintas dan pembatasan pengoperasian mobil barang.

Waktu
pembatasan kendaraan akan dilakukan pada tanggal 22 Desember pukul 00.00 WIB
hingga 23 Desember pukul 24.00 WIB untuk antisipasi arus mudik Natal. Sedangkan
untuk antisipasi arus mudik Tahun Baru 2018, pembatasan kendaraan berat akan
dilakukan pada tanggal 29 Desember pukul 00.00 WIB hingga tanggal 30 Desember
pukul 24.00 WIB.

Ruas jalan
tol yang melakukan pembatasan kendaraan berat di antaranya adalah Ruas Jalan
Tol Jakarta-Merak, Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek-Brebes Timur, Ruas Jalan Tol
Jakarta-Purbaleunyi, Ruas Jalan Tol Bawen-Salatiga, Ruas Jalan Tol Prof. Dr.
Ir. Sedyatmo (Tol Bandara), dan Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi.

“Kendaraan
yang dibatasi adalah angkutan barang lebih dari tiga sumbu dan angkutan barang
galian/tambang. Sedangkan angkutan yang memuat Bahan Bakar Minyak (BBM), bahan
ternak, barang ekspedisi/pos dan uang, dan bahan pokok tetap diizinkan untuk
melintas dan tidak terdampak pembatasan,” pungkas Heru.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img