Moneter.co.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Cabang Denpasar, Bali, mencatatkan penurunan
kredit bermasalah atau Non Performing Loan
(NPL) untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) di daerah
setempat pada tahun ini mencapai 2,1%
dibandingkan periode sama tahun 2016 mencapai 2,7%.
Kepala Cabang Bank BTN Denpasar Agung Komang Tri Martha W mengatakan, NPL dapat ditekan
karena pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian dengan melakukan analisis
sesuai aturan kepada calon debitur KPR.
“Berdasarkan regulasi pemerintah seperti besaran gaji,
tanah rumah, spesifikasi rumah dan lainnya kami ikuti dulu. Seleksi itu dulu,
sepanjang memenuhi syarat, kami berikan kredit,” katanya di Denpasar, Sabtu (30/12).
Selama tahun 2017, lanjut dia, BTN di Bali telah
merealisasikan KPR sebesar Rp700 miliar baik untuk rumah subsidi atau
nonsubsidi dengan jumlah realisasi yang hampir sama dibandingkan tahun
sebelumnya.
“Untuk rumah nonsubsidi, sebagian besar kredit yang dikucurkan
rata-rata mencapai Rp300 juta per debitur dengan harga rumah rata-rata mencapai
Rp500 juta,” ujarnya.
Sedangkan untuk rumah subsidi dengan skema fasilitas
likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP, selama tahun 2017 pihaknya sudah
membiayai 1.500 unit rumah, melonjak dibandingkan tahun 2015 mencapai 66 unit
rumah.
Total realisasi kredit KPR untuk rumah subsidi, lanjut dia,
tahun ini melampui target mencapai Rp90 miliar. Serapan KPR subsidi, lanjut Agung, paling banyak di Kabupaten
Buleleng dan sisanya di Jembrana dan Karangasem.
Ia optimistis pertumbuhan perumahan di Bali semakin tinggi mengingat
kebutuhan akan tempat tinggal masih tetap dicari apalagi angka masyarakat yang
belum memiliki rumah secara nasional mencapai sekitar 13 juta. “Sepanjang lahan cukup dan permintaan tinggi, maka
sektor perumahan akan tetap bertumbuh,” tungkas Agung.
(TOP)




