Senin, Januari 26, 2026

Mabes Polri Selamatkan Uang Negara Rp 1,9 Triliun Sepanjang 2017

Must Read

Moneter.co.id – Penyidik
Mabes Polri menyelamatkan keuangan negara senilai Rp1,9 triliun dari penanganan
tindak pidana korupsi di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2017.

“Pengungkapan
kasus korupsi meningkat pada 2017,” kata Kapolri Jenderal Polisi Tito
Karnavian di Jakarta, beberapa hari lalu.

Jenderal Tito mengatakan,
jumlah penyitaan anggaran milik pemerintah pada 2017 meningkat 926 persen
dibanding 2016 yang mencapai Rp188 miliar.

Dari penanganan kasus
korupsi sebanyak 1.472 perkara selama 2017, anggota Polri mengendus kerugian
uang negara sekitar Rp3,2 triliun atau meningkat dibanding 2016 yang mencapai
Rp1,6 triliun dengan jumlah kasus 1.360 perkara.

Tito mengungkapkan kasus
penanganan kejahatan terhadap kekayaan negara juga ditangani Polri selama 2017
seperti penebangan liar pada 2017 mencapai 696 perkara, penambangan liar (421
perkara) dan penangkapan ikan liar (99 perkara).

Pada 2016, pengungkapan
kasus penebangan liar sebanyak 776 perkara, penambangan liar (481 perkara) dan
penangkapan ikan liar (141 perkara). Penyelesaian kasus tindak pidana korupsi
pada 2017 sebanyak 1.028 perkara, penebangan liar (412 perkara), penambangan
liar (235 perkara) dan penangkapan ikan liar (65 perkara).

Kemudian, Kepolisian
Republik Indonesia (Polri) mencatat jumlah kejahatan siber melalui sarana media
sosial meningkat pada 2017 dibanding tahun sebelumnya.”Angka kejahatan
transnasional untuk cybercrime
meningkat pada 2017,” kata Tito.

Tito menyebutkan penanganan
tindak kejahatan siber sebanyak 5.061 kasus selama 2017, sedangkan pada 2016
mencapai 4.931 perkara.

Tito meminta
jajarannya mewaspadai aksi kejahatan di dunia maya yang diperkirakan akan
menjadi ancaman dan semakin meningkat pada masa mendatang.

Guna mengantisipasi
kejahatan siber, Tito memperkuat struktur kelembagaan dengan membentuk
Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) dan Biro Multimedia Divisi
Humas yang dipimpin seorang polisi jenderal bintang satu atau Brigadir Jenderal
(Brigjen) Polisi. 
“Masalah
hoax  penggunaan dunia Siber sangat bebas sehingga
ganggu kerawanan karena kebebasan bisa jadi berbahaya,” ujar Tito.

Tito menambahkan media
sosial akan semakin berpengaruh terhadap opini dan pandangan masyarakat
dibanding media konvensional. 
“Masyarakat telah meninggalkan membaca media cetak atau koran
karena beralih ke informasi yang disajikan media daring (online) atau media
sosial,” tegasnya. 

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img