Senin, Januari 26, 2026

Andalan Finance Optimis Salurkan Pembiayaan Rp 4,8 Triliun di 2018

Must Read

Moneter.co.id – Perusahaan pembiayaan,
Andalan Finance optimistis dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp4,8 triliun
tahun 2018. Target ini mengalami kenaikan sebesar 8% dibanding perolehan tahun
2017.

President Director Andalan Finance Frans
F. Rundengan mengatakan, pihaknya menargetkan kebutuhan pendanaan mencapai Rp6
triliun tahun 2018. “Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan sumber pendanaan seperti perbankan,”
ujarnya, Selasa (6/3)

Terkait target tersebut,
perseroan melakukan kerja sama pinjaman dengan Bank BTPN. Hal ini bukti
terjalin hubungan baik serta tingginya tingkat kepercayaan Bank BTPN kepada
Andalan Finance. 

“Ini sekaligus momentum penting bagi kami untuk tetap fokus pada
pembiayaan kendaraan roda empat, baik baru maupun bekas. Fasilitas pendanaan
tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung target penyaluran pembiayaan
sampai dengan akhir tahun ini,” ujar Frans. 

“Melalui kerja sama ini Andalan Finance menerima fasilitas kredit dari
Bank BTPN senilai Rp 300 miliar dalam bentuk Pinjaman Angsuran Berjangka,”
ujarnya.

Pada tahun 2017, Andalan Finance berhasil mencatatkan pencapaian penyaluran
pembiayaan sebesar Rp4,4 triliun atau tumbuh sebesar 27% dibandingkan tahun
2016. Komposisi pembiayaan ini terdiri dari mobil baru sebesar 28% dan sisanya
untuk mobil bekas sebesar 72%.

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan di Andalan Finance akan mendukung pertumbuhan
laba di PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (Bintraco Dharma)
dengan kode saham CARS, sebagai induk usaha dari Andalan Finance.

Terlebih lagi, pertumbuhan
laba ini akan lebih tinggi lagi setelah Bintraco Dharma menyelesaikan proses
peningkatan saham di PT Bahtera Multi Niaga pada akhir Desember 2017. 

Peningkatan saham ini turut meningkatkan kontribusi laba dari anak-anak
usahanya, salah satunya Andalan Finance. Bintraco Dharma akan terus
memaksimalkan pertumbuhan laba dari kemitraan strategis.

Sementara, sepanjang tahun 2017 lalu, total pendanaan yang telah diperoleh Andalan
Finance mencapai Rp 4,8 triliun atau meningkat 270% dari tahun sebelumnya. Hal
ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan mitra strategis terhadap
perseroan, termasuk prospek bisnis pembiayaan kendaraan sepanjang tahun
tersebut.

Menatap 2018, Andalan Finance tetap optimis meskipun tahun ini merupakan tahun
politik dimana akan ada Pemilihan Kepala Daerah Serentak dan Pemilihan Presiden
satu tahun setelahnya. Merujuk data dari GAIKINDO, pasar otomotif tahun ini
diperkirakan masih bisa tumbuh menjadi 1,1 juta unit atau naik 2%. 

Sejumlah faktor positif menjadi angin segar, yaitu target pertumbuhan ekonomi
nasional 5,3-5,4% dan harga komoditas yang pulih, serta banyaknya proyek
infrastruktur yang diperkirakan selesai pada akhir 2018 atau awal tahun 2019. 

“Andalan Finance telah menyiapkan kebijakan strategis untuk menyikapi kondisi
yang saat ini sedang terjadi. Salah satu strategi kami adalah dengan perkuat
pembiayaan mobil bekas dengan usia tertentu dan meningkatkan/memaksimalkan
volume penjualan di kantor-kantor cabang/representatif yang telah ada saat
ini,” pungkasnya.

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Salil Chari Ditunjuk sebagai Presiden FedEx untuk Kawasan Asia Pasifik

Federal Express Corporation (FedEx), perusahaan transportasi ekspres, menunjuk Salil Chari sebagai Presiden baru untuk memimpin kawasan Asia Pasifik. Salil Chari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img