Moneter.co.id – Sedikitnya
ada tiga perusahaan sekuritas nasional akan membuka kantor cabang dan
beroperasi di Kota Mataram untuk mengedukasi sekaligus mengajak warga Nusa
Tenggara Barat (NTB) menjadi investor saham melalui bursa efek.
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, I Gusti
Bagus Ngurah Putra Sandiana, menyebutkan tiga perusahaan sekuritas tersebut
adalah MNC Sekuritas, Philip Sekuritas Indonesia, dan RHB Securities Indonesia.
“Kehadiran tiga perusahaan sekuritas tersebut tentunya
akan menambah yang sudah ada di NTB, yakni Pintraco Sekuritas, Indo Premier
Sekuritas, dan Kresna Sekuritas,” katanya di Mataram, Senin (12/3).
Menurut dia, ketiga perusahaan sekuritas tersebut tertarik
untuk beroperasi di NTB, karena melihat pertumbuhan ekonomi provinsi itu yang
terus berada dalam trend positif sepanjang tahun.
Selain itu, minat warga NTB menjadi investor saham melalui
bursa efek juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hingga 2017, jumlah
warga NTB yang sudah menjadi investor saham di BEI tercatat sebanyak 2.042
investor.
Mereka tersebar di Kota Mataram sebanyak 959 investor,
Kabupaten Lombok Barat 178 investor, Lombok Tengah 250 investor, Lombok Timur
177 investor, Lombok Utara 7 investor. Selain itu, di Kota Bima dan Kabupaten
Bima sebanyak 168 investor, Dompu 46 investor, Sumbawa 205 investor, dan
Sumbawa Barat 52 investor.
Nilai saham dari seluruh investor di NTB, mencapai Rp74,89
miliar. Ada juga investasi dalam bentuk reksadana dan obligasi serta produk
lainnya senilai Rp67,45 miliar. “Sebagian besar investor saham dari NTB usia produktif,
yakni 18-40 tahun. Terbanyak dari kalangan pegawai swasta dan
pelajar/mahasiswa,” ujar Sandiana.
Lebih lanjut, ia mengatakan tiga perusahaan sekuritas
tersebut segera membuka cabang di Kota Mataram, setelah mendapatkan sumber daya
manusia (SDM) pialang saham yang sudah berlisensi dari BEI.
Menurut Sandiana, pialang saham yang sudah bersertifikat di
NTB, memang belum begitu banyak. Apalagi, BEI Perwakilan Mataram beroperasi
sejak Desember 2017 atau hampir empat bulan.
Relatif kurangnya SDM pialang saham bersertifikat menjadi
tantangan bagi BEI. Pasalnya, industri pasar modal terus berkembang, tidak
hanya di Jakarta dan Surabaya, tetapi hampir di seluruh Indonesia. “BEI saja sudah punya sebanyak 29 kantor perwakilan di
seluruh Indonesia, dan rencananya mau buka tiga kantor perwakilan lagi,”
ucapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pialang saham berlisensi, BEI
Perwakilan Mataram sudah mengadakan pelatihan yang diikuti sebanyak 23 peserta.
Namun yang lulus dan mendapatkan sertifikat 10 orang dan dua di antaranya sudah
terserap pasar kerja.
(HAP/Ant)




