Moneter.co.id – PT Multipolar
Technology Tbk (MLPT) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,14 triliun spanjang
tahun 2017. Angka itu naik sebesar 11,06% dibandingkan pendapatan tahun 2016 sebesar
Rp 1,92 triliun.
Berdasarkan informasi
perseroan di Jakarta, Minggu (18/3) meski pendapatan naik, namun perusahaan
membukukan penurunan laba. Pada 2017, MLPT meraih laba sebesar Rp 112,36
miliar, turun sebesar 23,9% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang mencapai Rp
147,72 miliar. Penurunan laba terutama
karena peningkatan beban pokok penjualan dan jasa.
Pada tahun 2017,
porsi beban tersebut mencapai Rp 1,90 triliun, meningkat 13% dari tahun 2016
yang hanya Rp 1,68 triliun. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, saham MLPT
ditutup turun 14,08% menjadi Rp 610 per saham.
Dalam rangka
menggenjot pertumbuhan penjualan dan pendapatan layanan, perseroan belum lama
ini memperoleh fasilitas kredit dari BNI sebesar US$250 juta atau setara Rp3,3
triliun (kurs BI Rp13.325 per dolar AS). “Penandatanganan fasilitas kredit
dilakukan pada 22 Juni 2017, di mana BNI berperan sebagai mandated lead arranger, agent
dan security agent,” kata Sekretaris
Perusahaan PT Multipolar Tbk, Chrysologus R.N Sinulingga.
(HAP)




