Senin, Januari 26, 2026

Riset: Buat Perekonomian Indonesia, Go-Jek Sumbang Rp 9 Triliun Lebih per Tahun

Must Read

Moneter.co.id – Berdasarkan hasil
penelitian Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
(FEB UI) mengenai dampak sosial ekonomi dari hadirnya Go-Jek terhadap
perekonomian Indonesia dalam periode Oktober-Desember 2017.
 

Perusahaan
penyedia jasa transportasi online ini tercatat berkontribusi terhadap
perekonomian Indonesia sekira Rp9,9 triliun setiap tahunnya yang hanya
disumbang dari layanan pada roda dua saja.

Manajer
Penelitian Lembaga Demografi FEB UI Paksi CK Walandouw mengatakan, angka Rp9,9
triliun per tahun terdiri dari kontribusi yang disumbangkan fitur Go Ride
sebanyak Rp8,2 triliun per tahun atau Rp682,6 miliar per bulan pada
perekonomian Indonesia. Hal ini berdasarkan dari penghasilan mitra pengemudi
Go-Jek sebanyak 3.315 orang.

Sisanya, kata Paksi,  sebanyak Rp1,7 triliun per tahun atau Rp138,6
miliar perbulan yang berasal dari fitur Go-Food. Ini berdasarkan penghasilan
dari mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebanyak 806 yang bergabung
dalam Go-Food.

Lewat hasil penelitian di 9
kota besar yakni Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, DI Yogyakarta,
Makassar, Medan, Palembang dan Surabaya, didapatkan rata-rata pendapatan mitra
pengemudi meningkat 44%. Peningkatan ini juga sejalan dengan pengeluaran mitra
pengemudi yang naik 31%.

“Rata-rata pendapatan
mitra pengemudi meningkat 44% sejak bergabung dengan Go-Jek dan rata-rata
pengeluaran mitra Go-Jek juga meningkat 31%. Jadi ada 13% untuk mereka bisa
saving (menabung) dari hasil pendapatan mereka,” ujarnya di Jakarta, Kamis
(22/3).

Dia menjelaskan, pendapatan
rata-rata mitra pengemudi fulltime atau penuh waktu sebesar Rp3,48 juta. Ini
1,25 kali lelih besar daripada rata-rata upah minimum kota di 9 wilayah survei
tersebut yang Rp2,8 juta per bulan.

“Kalau data pemerintah
daerah (data penghasilan) kita satukan, bagimana memperlihatkan kenaikan banyak
atau enggak, kita bandingkan dan angkanya diatas UMK (Upah Minimum
Kabupaten/Kota),” imbuhnya.

Sedangkan untuk UMKM di 9
kota tersebut juga, sebelum bemitra dengan Go-Jek 76% mitra tidak melayani
pengiriman pesan antar, sehingga 70% mitra UMKM kini menjadi go online usai bergabung.

Dia
menjelaskan, sebanyak 56% mitra UMKM merasakan peningkatan volume transaksi
lebih dari 10% sebanyak 56% mitra. “Ini juga menunjukkan, Go-Jek juga
berdampak mendorong UMKM untuk jadi 
go online,”
kata dia.

Sementara itu,
Ketua Lembaga Demografi FEB UI Turro S Wongkaren menambahkan, meski penelitian
ini berdasarkan kerjasama dengan pihak Go-Jek sendiri, Paksi menyatakan itu tak
mengurangi hasil independensi penelitian. Sebab kata dia, baik hasil penelitian
negatif maupun positif, hasilnya akan tetap dipaparkan pada publik.

“Karena
FEB UI berkontribusi tenaga, pemikiran dan Go-Jek sediakan data secara khusus.
Kami lakukan ini karena kami berpikir harus kerjasama dengan yang punya data.
Apakah kurangi indepedensi? Saya pikir tidak. Kalau untuk kami ga ada masalah
hasilnya (penelitian) postif atau negatif,” ucapnya.

Sekedar
informasi, penelitian yang berlangsung sekira 3 bulan ini dengan 
margin error di bawah 5%
Keterbatasan dalam penelitian ini pun hanya melihat pada fitur Go-Food dan
Go-Ride saja.

 

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img