Moneter.co.id – Menyambut arus
mudik dan balik Lebaran 2018, PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mempersiapkan
diri seperti, menyediakan 23.000 kursi tambahan untuk arus mudik, sahur dan
buka bersama di atas kereta bagi para penumpang.
Direktur Utama PT KAI Edi
Sukmoro mengemukakan, tiket H-1 dan H-2 Lebaran diakui menjadi favorit calon
penumpang. Namun, untuk tiket H-5 ke atas, sampai saat ini masih tersedia.
Selama masa operasi Lebaran 2018, terdapat 393 perjalanan kereta api (KA). “Atau bertambah
40 perjalanan dari tahun 2017 lalu atau naik 4%,” ucap Edi Sukmoro, Rabu (11/4).
Sementara itu, penjualan
tiket tambahan masih menunggu koordinasi terkait kedatangan KA baru.
Sebelumnya, PT KAI telah
memesan sepuluh rangkaian KA baru ke PT INKA dan enam di antaranya sudah
datang. Adapun empat lainnya akan menyusul dan kini masih menunggu konfirmasi.
Setelah seluruh
KA baru datang, tiket tambahan baru akan dijual. Meski belum menyebut tanggal
pasti, dia memberi perkiraan sekitar H-60 Lebaran. “H-60 atau lebih sedikit,
nanti akan diumumkan. Kami terus konfirma si INKA,” tandasnya.
Sahur dan buka
bersama gratis disediakan ketika H-10 Lebaran, sementara operasi Lebaran yang
dilakukan KAI dimulai H- 10 hingga H+10 Idul Fitri. “Kami juga melakukan
pengamanan jalur yang menyangkut dua aspek, yakni alam dan non alam,” ujarnya.
Aspek alam
antara lain mewaspadai titik-titik tertentu yang rawan longsor, banjir, dan
tanah amblas. “Setiap daerah operasional (Daop) KAI rata-rata memiliki
titik-titik rawan bencana alam,” tegasnya.
Sementara itu, aspek non alam
di antaranya aksi pelemparan KA. Namun, sejauh ini aksi pelemparan semakin lama
semakin berkurang. “Pada sisi lain, PT KAI juga menambah kereta baru untuk
jalur Solo-Yogyakarta-Kutoarjo,” ujarnya
(HAP)




