Moneter.id – PT Sepatu
Bata Tbk (BATA) akan menghadirkan produk dengan tampilan yang lebih modern dan
sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Perseroan
sekarang ingin meningkatkan citra brand BATA sebagai brand yang stylish comfortable, bukan lagi old-fashion, monotonous color dan less
innovation,” kata Direktur Independen BATA Hatta Tutuko.
Selain itu, lanjut Hatta, perseroan
juga akan merubah beberapa gerai yang sudah tak layak dan juga menambah
beberapa gerai dalam rangka menggenjot pendapatan yang ditargetkan bisa meningkat
lebih dari 10%.
“BATA
menyiapkan dana belanja modal sebesar US$ 3 juta pada tahun ini. Belanja modal
ini dialokasikan untuk penambahan gerai dan renovasi,” ujarnya belum lama ini.
Sementara, Presiden
Direktur PT Sepatu Bata Tbk Inderpreet Singh menyatakan, dari total belanja
modal tahun ini, kini yang sudah terserap US$ 2 juta untuk renovasi dan
penambahan gerai.
“Saat ini
kami sudah menambahkan 20 gerai dan melakukan renovasi untuk 40 gerai yang
dimiliki perusahaan,” jelas Singh.
Untuk
renovasi gerai, BATA akan melakukan renovasi 45 gerai di semester I/2018.
Sedangkan untuk semester II, BATA kembali akan merenovasi 25 gerai mereka.
“Total jadi 70 gerai,” ujarnya.
Hingga
kuartal I/2018, jumlah gerai BATA sebanyak 522 gerai yang tersebar di seluruh
Indonesia.
Ditambahkan Hatta, pihaknya
tengah gencar melakukan ekspansi guna mengejar target pertumbuhan penjualan dan
laba bersih double digit di akhir tahun 2018. Karena hingga akhir Juni ini
2018, pertumbuhan penjualan BATA memang masih single digit, namun sudah
menunjukan kenaikan yang positif dibanding periode yang sama tahun 2017.
Sementara untuk di kuartal
I/2018, BATA tercatat membukukan penjualan Rp 196,60 miliar atau menunjukan
penurunan sekitar 2% dibanding kuartal I-2017 yang tercatat Rp 200 miliar.
Meski begitu,
dengan melakukan efisiensi di berbagai lini, BATA berhasil meraih pertumbuhan
laba kotor sekitar 3% dari Rp 88,80 miliar menjadi Rp 91,38 miliar di kuartal
I/2018.
Dari sisi kinerja keuangan,
Hatta Tutoko, mengatakan, pada tahun buku 2017, BATA meraih laba bersih Rp
53,65 miliar atau menunjukan pertumbuhan sekitar 27% dibanding 2016 yang
tercatat Rp 42,23 miliar. Artinya laba bersih 2017 mencapai sekitar 50%,
imbuhnya.
Hatta Tutoko juga
menginformasikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar
sebelum paparan publik yaitu, memutuskan pembagian dividen final Rp 7,21 miliar
atau Rp 5,5 per saham dari perolehan laba bersih tahun 2017.
Dividen
tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 1 Agustus 2018. Dividen
final tersebut melengkapi dividen interim yang telah dibagikan kepada pemegang
saham sebesar Rp 23,69 miliar pada Desember 2017 lalu.
“Dengan
begitu total dividen tunai yang akan dibayarkan atas perolehan laba bersih 2017
Rp 27,16 miliar,” ujarnya.
(HAP)




