Moneter.id – Perusahaan jasa
televisi berbayar dan jaringan broadband PT Link Net Tbk (LINK) membukukan
pendapatan senilai Rp1,85 triliun di semester I/2018. Angka itu meningkat
11,82% dibandingkan pendapatan perseroan pada semester I/2017 yang sebesar
Rp1,65 triliun.
Berdasarkan siaran
pers LINK di Jakarta, Selasa (24/7) dijelaskan, perseroan juga membukukan laba
periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
Rp546,82 miliar.
“Nilai
tersebut meningkat 11,54% dibandingkan laba bersih LINK pada semester I/2017
yang sebesar Rp490,23 miliar,” tulisnya.
Tulisnya
lagi, meski beban keuangan meningkat 115,7% menjadi Rp38,44 miliar, penghasilan
keuangan perseroan pun meningkat cukup pesat yaitu 260,9% ke level Rp27,89
miliar.
Adapun,
sepanjang tahun ini entitas milik Grup Lippo tersebut akan menggelontorkan
belanja modal sebesar Rp1,2 triliun yang digunakan untuk menambah homepasses sebanyak 180.000 unit, dari
174.000 unit pda tahun lalu.
”Belanja
modal sekitar Rp1 triliun—Rp1,2 triliun, untuk penambahan homepasses. Selain itu, peningkatan dari sisi service dan perbaikan
homes passed,” kata Direktur
Keuangan Link Net, Timotius Max Sulaiman.
Max menjelaskan, dana
senilai Rp1,2 triliun tersebut juga akan digunakan untuk mengakuisisi jaringan
utama (backbone) beberapa kota pada
tahun ini.
Sebelumnya, Link
Net menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang yaitu Softbank Corp.
untuk pengembangan Internet of Things (IoT), platform dan solusi di seluruh
ekosistem properti, layanan kesehatan dan mobilitas di Indonesia, termasuk di
beberapa proyek Loppo seperti Meikarta, Lippo Malls, dan Siloam Hospitals.
Tahun ini, perusahaan
membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 13%-14%. Target pertumbuhan tersebut
lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang mencapai 15%.
Hingga saat ini, LINK
memiliki panjang jaringan fiber optik 11.723 kilometer. Sampai akhir tahun
nanti, LINK menargetkan jumlah homepass
mencapai 2,18 juta.
(HAP)




