Jumat, Mei 1, 2026

Pendapatan Prodia Naik 5,9 Persen di Semester I/2018

Must Read

Moneter.id – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencetak pendapatan bersih sebesar
Rp712,59 miliar pada semester I/2018.
 Pendapatan
bersih perusahaan laboratorium kesehatan klinik ini tumbuh 5,9% dibandingkan
dengan periode yang sama pada tahun 2017 yang mencapai Rp672,61 miliar.

“Perseroan juga berhasil mencetak laba bersih Rp60,86 miliar dan
peningkatan EBITDA sebesar Rp96,70 miliar. Peningkatan pendapatan bersih
perseroan ditopang oleh peningkatan pendapatan dari masing-masing segmen
pelanggan yang terdiri dari pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak
ketiga dan klien korporasi,” tulis informasi resmi perseroan dalam siaran
persnya di Jakarta, Senin (30/7).

Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter berkontribusi masing-masing
sekitar 34,8% dan 32,1% terhadap pendapatan perseroan. Sementara kontribusi
segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 19,7% dan 13,4%.

Di paruh pertama tahun ini, total aset perseroan sebesar Rp1.803,43
miliar yang terdiri dari aset lancar Rp1.128,94 miliar dan aset tidak lancar
menjadi Rp674,48 miliar. Sementara total liabilitas turun sekitar 22,54%
menjadi Rp375,77 miliar dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai Rp485,11
miliar.

Adapun total liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp131,032 miliar
dari Rp147,11 miliar pada tahun sebelumnya. Total liabilitas jangka panjang
Rp244,74 miliar, turun sebesar 27,58% dari Rp337,99 miliar pada 2017.

Total ekuitas naik menjadi sebesar Rp1.427,66 miliar dibandingkan dengan
tahun sebelumnya yang mencapai Rp1.363,09 miliar. Dari sisi arus kas, perseroan
berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2018
dalam posisi surplus menjadi sebesar Rp88,35 miliar atau naik sebesar 107,49%
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp42,58
miliar.

”Kami terus berupaya meningkatkan efisiensi dari kegiatan operasional
internal secara berkelanjutan. Kami berharap dapat mempertahankan kinerja yang
baik sehingga kami tetap dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan
kepada seluruh pemangku kepentingan khususnya bagi pemegang saham,” kata Direktur
Keuangan Prodia, Liana Kuswandi.

Per 30 Juni 2018, perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran umum
sebesar Rp334,37 miliar dari total dana hasil bersih penawaran umum senilai
kurang lebih Rp1.148 miliar.

Dari total dana hasil IPO yang telah digunakan per 30 Juni 2018, sebesar
Rp202,08 miliar digunakan untuk pengembangan jejaring outlet, Rp52,29 miliar
untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, serta Rp80 miliar untuk modal
kerja.

Kemudian untuk jejaring layanannya, perseroan telah merambah ke Sorong,
Bogor, Jember, dan Sukabumi di semester pertama tahun ini. Saat ini, perseroan
telah memiliki 288 outlet di 33 provinsi dan 121 kota yang di antaranya terdiri
dari 142 laboratorium klinik; 25 di antaranya memiliki izin klinik dengan
layanan wellness (Prodia Health Care), 7 specialty clinic, dan 11 hospital lab.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pendapatan Usaha Jasa Marga Meningkat 10,4% di Kuartal I 2026

Pada kuartal I 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4% dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img