Moneter.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berencana menambah
sebesar Rp100 triliun atau 15% realisasi pembiayaan infrastruktur
dari yang sudah digelontorkan hingga Juni tahun ini. Sehinga masih ada sekitar
Rp15 triliun yang akan digelontorkan sampai akhir 2018.
Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob Tyasika
Ananta mengatakan kebutuhan pendanaan RPJMN 2015 – 2019 diperkirakan sebesar
Rp5.500 triliun. Sementara, sektor infrastruktur memerlukan pendanaan
sekitar Rp4.700 triliun, dengan Kontribusi APBN sekitar 40% dan sisanya BUMN
serta swasta.
“Komitmen pembiayaan BNI di sektor Infrastruktur
sekitar Rp100 triliun dengan posisi per Juni kemarin 25% untuk jalan tol dan
sisanya untuk non-toll road,
sedangkan untuk proyeksi pipeline sampai dengan akhir 2018 bertambah sekitar
15% dari komitmen yang sudah ada,” ujarnya pada Minggu (19/8).
Menurutnya,
untuk tahun 2019 pertumbuhan terutama dari optimalisi komitmen pembiayaan yang
sudah ada.
“Itu juga masih tergantung pada kebijakan pemerintah
dalam alokasi belanja infrastruktur,” pungkasnya.
Informasi
saja, BNI bersama PT Indonesia Infrastructure Finance memberikan pembiayaan
sindikasi sebesar Rp550 miliar untuk pengembangan proyek Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung nilai proyek sebesar Rp750 miliar.
SPAM
Kota Bandar Lampung bertujuan menyediakan air bersih sebanyak 750 liter per
detik, dengan mengolah air yang bersumber dari sungai Way Sekampung dan
dialirkan melalui pipa transmisi sepanjang 22 km ke kota Bandar Lampung.
Proyek
SPAM Kota Bandar Lampung merupakan salah satu dari delapan proyek air bersih dalam
Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Peraturan
Presiden Nomor 3/2016.
(HAP)




