Moneter.id – Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) menyelenggarakan ALE Hackathon 2018 yang
ditujukan bagi para developer untuk menciptakan
aplikasi menakjubkan berdasarkan platform Rainbow untuk menghubungkan manusia,
bisnis, dan perusahaan. Program ini untuk mendukung pemerintah
Indonesia menuju ekonomi digital serta membantu mewujudkan 1001 start up di
Indonesia.
Program ini untuk menjawab tantangan di lima sektor, yaitu pemerintahan,
kesehatan, perhotelan, pendidikan, dan transportasi. Inisiatif ini menyasar
komunitas pengembang dan individu dari seluruh Indonesia.
“Kami cukup senang melihat antusiasme
para pengembang untuk mengikuti kompetisi ini. Banyak ide luar biasa yang kami
percaya dapat membawa nilai tambah bagi setiap industri yang mereka
representasikan dan membantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, ” kata Adios Purnama, Country Manager, ALE Indonesia,
Kamis (23/8).
Aplikasi yang dibuat di atas platform komunikasi Rainbow dirancang untuk
memenuhi tantangan di 5 sektor, yaitu pemerintahan, transportasi, kesehatan,
pendidikan dan perhotelan.
Saat ini di tahap final, ALE telah
memilih 35 ide luar biasa untuk dikembangkan menjadi aplikasi yang akan
berkolaborasi dengan Rainbow CPaaS (Communication Platform as a Services).
Ke-35 tim ini akan dilatih oleh tim ALE Evangelist dan Vertical
Expert, sehingga aplikasi ini menjadi lebih matang untuk dipresentasikan
pada presentasi tatap muka di Jakarta.
Tim yang lolos ke babak final akan
diundang untuk mempresentasikan ide dan aplikasinya di hadapan dewan Juri ALE
Hackathon di Le-Meridien Hotel Jakarta pada 19-20 September 2018. Malam
penghargaan sendiri akan diadakan pada 21 September 2018 di Le-Meridien Hotel
Jakarta sebagai acara utama dalam kampanye ini.
Ke-20 tim teratas secara otomatis akan bergabung dengan Komunitas
Pengembang Internasional ALE dan 3 tim teratas akan menerima hadiah dan
mendapatkan coaching clinic dari tim ALE
Evangelist dan Vertical Expert. Pemenang pertama akan
diberangkatkan ke Paris untuk mendapatkan coaching clinic dari ALE
International Developer Team.
“Kami sangat bersemangat untuk
melihat bagaimana ide-ide para peserta bisa menjadi aplikasi dan dapat
berkolaborasi baik dengan platform Rainbow kami. Tetapi yang paling penting
adalah bagaimana aplikasi ini dapat membantu mengatasi tantangan di setiap pasar
vertikal di era digital ini,” pungkas Adios.
Sebelumnya, ALE telah menyelenggarakan roadshow untuk memperkenalkan
program ini di empat kota besar yaitu Malang, Palembang, Bandung, serta
Jakarta, dan mendapatkan sambutan hangat dari komunitas pengembang.
Sejak pembukaan kompetisi pada 3 Mei 2018, panitia telah menerima
proposal aplikasi dari 183 tim. Setelah melalui penilaian dewan juri, panitia
berhasil memilih 98 tim pengembang yang berhak melanjutkan ke tahap kualifikasi
serta ke tahap berikutnya yaitu semi-finals untuk presentasi konferensi video
Rainbow. Dari tahap ini kemudian terpilih 35 tim untuk melaju ke babak final.
(HAP)




