Moneter.id – Platform peer to peer
lending (P2P lending), CROWDO menghadiri FINTECH DAYS 2018 di Bali pada 25-27
Oktober 2018. Melalui acara ini, CROWDO optimis bahwa dengan inovasi dan
teknologi dapat memberikan solusi dalam inklusi keuangan di Indonesia melalui
pembiayaan online.
Cally Alexandra Country Manager, CROWDO menyatakan bahwa pihaknya
ingin mengambil peran besar dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia.
“Bali memiliki potensi di bidang ekonomi kreatif dengan
produk-produk mendunia. Sebagai salah satu solusi masa kini, CROWDO berharap
dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk-produk penyelenggara UMKM
tersebut melalui platform pembiayaan kami,” kata Cally disiaran persnya, Kamis
(25/10).
Selama empat tahun terakhir, perekonomian di Indonesia
berubah secara signifikan, khususnya dengan hadirnya ekosistem keuangan digital
yang terdiri dari pembiayaan online P2P lending seperti CROWDO, sistem
pembayaran online, dompet digital, dsb. Dari perhitungan World Market Monitor,
pada 2025, sektor ini diperkirakan menyumbang US$ 155 miliar atau sekitar Rp
2.294 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)1 .
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa
maraknya perkembangan dan kehadiran platform P2P lending berbanding lurus
dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi yang belum tersentuh bank.
Berdasarkan data hingga Agustus 2018, jumlah pinjaman yang
telah disalurkan penyelenggara P2P lending mencapai Rp11,68 triliun23 . Jumlah
ini naik signifikan bila dibandingkan akhir Desember 2017 sebesar Rp2,56
triliun4 .
OJK pun memperkirakan jumlah penyaluran pinjaman oleh
penyelenggara P2P lending pada tahun ini dapat mencapai Rp 20 triliun.
Selaras dengan pesatnya perkembangan P2P lending, edukasi
dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia menjadi bagian yang tak
terpisahkan. “CROWDO menyambut baik inisiatif OJK dalam penyelenggaraan Fintech
Days sepanjang tahun 2018 yang bertujuan untuk menyebarkan manfaat fintech
dalam pembiayaan online,” tambah Cally.
Untuk mendukung tujuan ini maka dibentuk pula AFPRI
(Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) sebagai wadah khusus para
penyelenggara fintech lending.
Sebagai salah satu P2P lending yang serius berkomitmen
terhadap inklusi keuangan, CROWDO pun telah terpilih dalam beberapa acara
bergengsi seperti World Bank-IMF Annual Meeting 2018, LendIt Fintech China
2018, top startup ASEAN dalam World Economic Forum 2018 di Hanoi, Vietnam serta
dinobatkan sebagai 15 inspiring Fintech Founders from South East Asia oleh
Fintech News Singapore pada bulan Oktober 2018.
“CROWDO optimis untuk dapat selalu meningkatkan kualitas dan
menjadi salah satu garda depan di industri teknologi finansial tidak hanya di
tingkat nasional namun juga global,” tutup Cally.
(TOP)




